Jakarta, Aktual.com – Djunaidi, orangtua anak yang menjadi korban meninggal dunia dalam kegiatan pembagian Sembako di Monas beberapa waktu kemarin mengaku sudah ikhlas.
Ia juga mengatakan tidak akan memperpanjang persoalan kematian Mahesa Junaidi (13) tersebut ke ranah hukum.
“Kalau saya sebagai orangtua serta istri dan keluarga besar sudah mengikhlaskan. Mungkin ini sudah jalan Allah, sudah jalan-NYA, saya ikhlas,” ungkap Djunaidi, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5).
Dikatakan dia, dari peristiwa kemarin sejumlah pihak terkait sudah ada perhatiannya kepada kami sebagai korban. Baik, itu dari pihak staf suku dinas pariwisata, Wali kota, Camat, dan bahkan dari staf Pemkot mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur mengucapkan belasungkawa dengan datang ke rumah duka.
Bahkan, Djunaidi juga sempat ditawarkan bantuan dan diberi uang dari pihak-pihak yang mengatasnamakan relawan, supaya kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Akan tetapi, dirinya menolak sebab nominal uang tidak sebanding dengan nyawa anaknya. Djunaidi menegaskan, jika dirinya selaku orangtua tulus ikhlas dan tidak ada tekanan.
“Sebenarnya sih saya ditanya, saya sudah kasih tahu, apa pantas tanya nominal, itu bentuk perhatian saja, tapi dia memaksa menyatakan nominal, ternyata dia buat bahan perbandingan,” sebut dia.
“Itu dari pihak pihak tertentu. Banyak dari pihak-pihak lain juga menawarkan jasa untuk membantu, tapi saya bilang terima kasih. Itu tidak ada nilainya kalau dibandingkan nyawa anak saya pak, Iyakan,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















