Kuta, Aktual.Com – Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta berharap semua elemen memiliki jiwa keteladanan terhadap bangsa. Sebab ke depan, tantangan tak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam negeri. Ia mengajak semua pihak menjaga kebhinekaan dan keragaman dalam bingkar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami mengajak semua pihak memiliki jiwa keteladanan terhadap bangsa kita ini. Tantangan bangsa ke depan bukan hanya eksternal, tapi lebih kepada internal, terutama narkoba. Berapa banyak generasi yang sudah rusak akibat narkoba,” paparnya pada acara Simposium Bela Negara dengan tema “Optimalisasi Peran Serta Komponen Pariwisata dalam Upaya Bela Negara” di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Sabtu (18/2).
Pada kesempatan itu, Sudikerta sedikit menyinggung juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Menurutnya, pernyataan Munarman yang menyerang pecalang di Bali tak selaras dengan semangat kebangsaan. Ia meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dan tak meladeni Munarman.
“Contoh konkret hujat menghujat Munarman FPI dan pecalang. Saya minta umat Hindu jangan terpancing. Provokasi itu jelas untuk memecah belah kita,” tegas dia.
Jika terpancing, Sudikerta menilai bukan tak mungkin Indonesia akan ambruk seperti halnya Uni Soviet. “Kalau tidak bisa menjaga kebhinekaan, maka kita akan seperti Uni Soviet. Kalau tidak dijaga bisa timbul riak-riak antara kita. Maka penting kembali menanamkan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI. “Janganlah kita terpecah belah,” harap dia.
Sementara itu, dalam konteks pariwisata Sudikerta menyebut Bali mengalami peningkatan signifikan dari aspek pemasukan. Pendapatan dari ITDC yang tiap tahunnya hanya Rp800 juta berhasil ditingkatnyannya menjadi Rp36 miliar pertahun. Sumbangan Bali terhadap devisa negara juga meningkat tajam dari Rp41 triliun menjadi Rp49 triliun. Dari jumlah itu, yang kembali dinikmati Bali senilai Rp900 miliar. “Tahun ini ingin kita tingkatkan menjadi Rp2,5 triliun yang bisa dikembalikan kepada Bali. Kalau saja dari total yang kita sumbangkan untuk devisa Bali diberikan 30 persen, berapa banyak rakyat Bali yang akan meningkat taraf kesejahteraannya. Infrastruktur juga banyak yang akan dibangun. Beri saya kesempatan lima tahun lagi memimpin Bali,” katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Bela Negara Bali, Agustinus Nahak berharap komponen pariwisata mau bekerja keras untuk meningkatkan kinerja mereka. Ia juga barharap segala lini dapat dimanfaatkan dan dirasakan oleh orang Indonesia sendiri. Ia menyebut ada banyak sektor di industri pariwisata yang telah dikuasai oleh asing.
“Pariwisata juga harus memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal. Contoh, GM-GM hotel silakan disurvei, itu mayoritas orang luar semua, jarang orang lokal. Nah ini harus kita kembalikan,” ucap dia.
Hal lainnya terjadi pada unit usaha travel agent. Agus menilai banyak agen travel yang telah dikuasai oleh bangsa asing.
“Contoh lain travel. Orang lokal sudah tidak dapat apa-apa. Dia datang dari luar, travel dia, penginapan dia, semua dia sikat, sementara kita hanya jadi sopir, pengantar saja. Ini harus dibenahi. Ini aset kita dan pintu menuju kesejahteraan kita,” tegasnya.
”Warga negara memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di negeri sendiri. Supaya kita jangan diatur oleh asing. Kami ingin sampaikan dalam hal bela negara semua unsur, termasuk pelaku pariwisata itu wajib bela negara. Bali ini harus benar-benar dijaga,” tambah Agus.
Pewarta : Bobby Andalan
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















