Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said menyampaikan bahwa pembubaran anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni Pertamina Energy Trading Limited (Petral) bukanlah suatu masalah yang besar di sektor migas.
“Petral bukan masalah besar, karena kita harus membehani banyak masalah di sektor migas, mulai dari cadangan BBM yang hanya cukup 18 hari, kita harus tambah banyak storage BBM, sekian puluh tahun kita tidak bangun kilang, cadangan minyak kita hanya tersisa 12 tahun lagi karena kita tidak dorong eksplorasi, dan banyak masalah lainnya yang harus dibehani di sektor ini,” kata Sudirman di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (22/5).
Ia menegaskan bahwa yang membuatnya berani mengambil keputusan untuk mendorong pembubaran Petral lantaran itu merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Saya berani bubarkan Petral karena mempunyai direct (arahan) yang jelas dari Presiden,” jelas dia.
Ia juga meminta agar publik menunggu hasil dari audit investigasi yang sedang berproses. “Kita tunggu hasil audit investigasi di Petral selama 6 bulan,” tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















