Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo menggelar rapat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membahas tingginya suku bunga perbankan.
“Tadi koordinasi dengan BI dan OJK untuk mendapatkan penjelasan suku bunga yang masih tinggi,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (4/2).
Andrinof mengungkapkan BI dan OJK menjelaskan bahwa suku bunga belum bisa diturunkan karena masih tingginya inflasi.
“Alasan itu masih logis,” kata Andrinof.
Dia juga mengungkapkan hal sama terkait nilai tukar rupiah yang masih melemah karena Indonesia masih negara importir.
“Kita masih net inportir, jika ingin kurs menguat ya harus net eksportir,” katanya.
Andrinof mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk memperkuat sektor riil agar suku bunga turun dan nilai tukar rupiah menguat.
Rapat koordinasi ini juga dihadiri Wakil Presiden, Menko Perekonomian, Menteri ESDM, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Agraria, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri BUMN, Kepala BKPM, Ketua DK-OJK, dan Wakil Menteri Keuangan.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka














