Jakarta, Aktual.co — Politikus PDI Perjuangan, Sukur Nababan mengatakan setidaknya ada dua hal yang dapat dilihat dalam hadir atau tidaknya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kongres PDIP, di Sanur, Bali, pada 8 April, besok.

Hal pertama, apakah diundang sebagai seorang Presiden Indonesia dalam kongres IV nanti, atau diundang sebagai kader partai berlambang kepala banteng.

“Ada dua kehadiran pak Jokowi disana, pertama sebagai Presiden RI, dan itu bukan wewenang saya untuk menjawab apakah pak Jokowi sebagai presiden Indonesia menghadiri kongres PDIP (atau tidak),” kata Sukur, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (7/4).

Namun, sambung dia, bila mantan Gubernur DKI Jakarta itu diundang sebagai kader PDI Perjuangan, maka alangkah baiknya untuk hadir dalam acara kongres yang digelar lima tahunan itu.

“Tentu sebagai kader PDIP, seyogyanya harus hadir dalam kongres lima tahunan itu, dimana harus dihadiri seluruh kader,” tegas Anggota Komisi V DPR RI tersebut.

Sukur menjelaskan bahwa sebagai partai besar, berpengalaman dan mempunyai sistem tidak bisa ujuk-ujuk merubah pandangan politik partai tanpa melalui mekanisme, jika kemudian Jokowi tak menghadiri kongres.

“Kami partai besar dan pengalaman, kami sudah punya sistem, dalam Rakernas kemarin kita adalah partai pemerintah,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Panitia Daerah Kongres IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Wayan Koster, menyebut belum ada konfirmasi kehadiran Joko Widodo pada pembukaan kongres di Sanur, Bali 9 April 2015.

“Untuk kehadiran bapak Joko Widodo (Jokowi) yang kini menjabat Presiden RI sampai saat ini belum ada konfirmasi kepada kami di Bali,” katanya di Denpasar, Selasa (7/4).

Pihak panitia kongres di Jakarta sudah mengundang Joko Widodo selaku presiden. Namun, sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pihak Istana.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang