ilustrasi (ist)

Jakarta, Aktual.Com-Mayoritas Masyarakat DKI Jakarta menilai isu soal kesamaan etnis tidak penting di Pilkada DKI Jakarta 2017 ini.

Hal ini nampak dari survei yang dilakukan Lingkar Survei Indonesia (LSI) yang mengatakan sebanyak 64,5 persen mengatakan sentimen soal kesamaan etnis tidak penting.

“Hanya 33,1 persen saja yang menilai sentimen kesamaan etnis sangat penting, dan masyarakat yang tidak menjawab 2.4 persen,” kata Peneliti LSI Adrian Sopa dalam konfrensi persenya, di Graha LSI, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017).

“Berbeda dengan sentimen agama, sentimen etnis kurang berpengaruh (dalam konstelasi Pilkada DKI),” tambah Adrian.

Menurut Adrian bila dilihat dalam sentimen kesamaan etnis dengan pilihan Cagub-Cawagub, dari 33,1 persen pemilih yang mengangap sentimen kesamaan etnis sangat penting sebanyak 49, 2 persen memilih Agus sedangkan 19,3 persen memilih Ahok dan 25,2 persen memilih Anies.

“Pada pemilih yang menganggap sentimen kesamaan etnis tidak penting sebesar 64.5 persen sebanyak 39,2 persen memilih Ahok, dan 29,6 persen 29,6 persen sedangkan 19,8 persen memilih Anies,” tutup Adrian.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs