Jakarta, Aktual.co — Sektor pertanian sebagai salah satu sektor prioritas pemerintah ternyata masih menyimpan sejumlah masalah, salah satunya dalam hal swasembada pangan. Beras, jagung, dan gula sebagai komoditi untuk swasembada pangan dinilai belum cukup mumpuni untuk hal tersebut.

“Swasembada jagung, ini jauh lebih gampang daripada swasembada beras. Perlu kita kurangi impor jagung sebesar 3,1 juta ton per tahun,” ujar Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofjan Wanandi dalam Dialog Investasi Nasional di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (3/2).

Lebih lanjut dikatakan Sofjan, permasalahan dalam swasembada pangan, terutama beras, salah satunya karena ekstensifikasi lahan yang sulit dilakukan. “Sulit perbanyak lahan saat ini, kita masih membutuhkan irigasi, petani masih sulit melakukan itu.”

Oleh karena itu, menurutnya lebih baik jika Indonesia melakukan swasembada jagung. “Karena lebih cepat daripada beras, lebih meguntungkan, tinggal kita dukung untuk bibit dan pupuknya,” kata Sofjan.

Sofjan juga mengatakan bahwa pemerintah dan swasta harus bekerjasama dalam mewujudkan swasembada pangan. “Kalau kerjasama saya yakin hasilnya akan lebih cepat,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka