“Setiap huruf yang saya baca dari karya Syeikh, insyaallah akan datang ke pusara saya, karena ini adalah ilmu”, demikian ucapnya.

Menanggapi amanah Syeikh, KH. Mustafa Aqil Siradj menyambut dengan baik. Bahkan ia bercerita tentang mimpinya, bahwa, setelah Syeikh memberikan padanya Tafsir Al-Jailani, beliau lantas menaruh begitu saja kitab tersebut dan tidak dibaca.

Hingga akhirnya beliau bermimpi bertemu syeikh dalam keadaan marah. Lalu beliau tanyakan mimpi tersebut langsung kepada Syeikh. Syeikh pun menjawab

” Ya, saya marah, karena tiga puluh tahun saya mencari kitab tafsir itu, begitu saya berikan malah tidak dibaca”.

Pertemuan yang berakhir pukul 17.00 tersebut diantara memutuskan bahwa, Zawiyah Ar-Raudhah menjadi markaz penerjemahan juga penyebaran karya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.

Khadim Zawiyah, yang juga Mudir ‘aam Jatman DKI, KH. Muhammad Danial Nafis pun menyambut dengan baik hasil tersebut.

Laporan: Mukhrij Sidqy

(Abdul Hamid)
1
2