Jakarta, Aktual.co —Badan Pusat Statistik mencatat di 2014, indeks perilaku anti korupsi masyarakat Indonesia menurun tipis dibanding 2013.
Jika di 2013, indeks perilaku anti korupsi Indonesia 3,63. Namun di 2014, turun jadi 3,61. Indeks itu dalam skala nol sampai lima.
“Namun masih lebih tinggi dibanding capaian 2012 sebesar 3,55,” kata Kepala BPS Suryamin, di Jakarta, Jumat.
Dijelaskan dia, apabila nilainya mendekati lima, menunjukkan masyarakat berperilaku semakin anti korupsi. Sebaliknya bila nilai indeks mendekati nol berarti masyarakat semakin permisif terhadap korupsi.
“Nilai 3,61 selama ini termasuk dalam kategori ‘anti korupsi’ yang berarti bahwa budaya ‘zero tolerance’ terhadap korupsi semakin melekat dan mewujud dalam perilaku masyarakat,” kata dia.
Sementara, indeks masyarakat perkotaan tercatat lebih tinggi di angka 3,71 dibanding masyarakat pedesaan yang mencapai 3,51.
Artikel ini ditulis oleh:

















