Pangkalpinang, Aktual.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat Kota Pangkalpinang pada Desember 2022 mengalami inflasi secara tahunan (yoy) sebesar 6,07 persen, karena naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 113,66 dibanding Desember 2021 sebesar 107,16.

“Kota Pangkalpinang Desember 2022 mengalami inflasi sebesar 0,99 persen (mtm),” kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Toto Haryanto Silitonga di Pangkalpinang, Senin (2/1).

Ia mengatakan inflasi tahunan di Kota Pangkalpinang terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran yaitu makanan, minuman dan tembakau 4,92 persen, serta pakaian dan alas kaki 1,57 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 6,72 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 2,95 persen, kesehatan 1,00 persen, transportasi 15,69 persen,  kemudian informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,25 persen.

Selanjutnya kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 2,27 persen, pendidikan 0,20 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,62 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 8,36 persen.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2022 secara umum menunjukkan adanya peningkatan, karena permintaan masyarakat menjelang dan selama Natal dan Tahun Baru 2023 meningkat,” katanya.

Ia menyatakan beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan pada Desember 2022 diantaranya bensin, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek filter, dan beras.

“Sebaliknya, komoditas yang memberikan andil deflasi tahunan diantaranya ikan selar, minyak goreng, sepeda motor, ikan kembung dan cabai rawit,” katanya.

Menurut dia, beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan (mtm) pada Desember 2022 antara lain angkutan udara, daging ayam ras, beras, rokok kretek filter, dan kangkung.

“Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi bulanan diantaranya ikan kembung, cabai rawit, gaun anak, cabai merah dan bawang merah,” katanya.

(Warto'i)