Jakarta, Aktual.co — Sekitar 30 relawan pendukung Joko Widodo dalam Pilpres kemarin, mengaku kecewa dengan komposisi kabinet kerja yang dibentuk. Pasalnya, para menteri yang ditempatkaan tidak sesuai dengan cita-citaa revolusi mental yang didengungkan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Demikian disampaikan para relawan melalui Ketua Komite Naasional Relawan Indonesia, Indro Tjahjono dalam acara pertemuan kilat relawan-relawan pengawal Revolusi Mental, di Jakarta Pusat, Senin (27/10).
“Kami sangat kecewa bahwa kabinet yang disusun merupakan kabinet yang kontra produktif terhadap revolusi mental dan perubahan-perubahan yang dibayangkan oleh relawan yang seharusnya pro rakyat, menteri bersih dan profesional,” ucap dia.
“Namun itu ternyata (menteri) tidak tercermin di kabinet kerja Jokowi,” tambahnya.
Ia juga menuturkan, menteri dari partai politik bukan menteri profesional, selain itu menteri yang terkena tanda merah oleh KPK pun tetap masuk dalam kabinet.
“Menteri seperti Rini Soemarno menteri yang terkena tanda merah oleh KPK. Lalu, adanya menteri mendadak, selundupan yang munculnya satu hingga dua jam sebelum pengumuman. Menteri itu di backing oleh kekuatan-kekuatan modal besar yang ingin menunggangi kabinet ini untuk kepentingan mereka,” tandas dia.

()