Sukabumi, Aktual.com – Puluhan warga Kampung Cigulusur, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang menjadi korban bencana pergerakan tanah atau likuifaksi  memilih untuk mengungsi ke beberapa tempat yang lebih aman karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Dari hasil assessment dan pendataan yang dilakukan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, warga yang mengungsi jumlahnya mencapai 23 jiwa. Mereka merupakan warga yang rumahnya terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Margaluyu, Kecamatan Purabaya,” kata Staf Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi Ariel Solehudin atau akrab disapa Iding kepada wartawan, Sabtu, (23/10).

Menurutnya, jumlah warga yang mengungsi bisa saja bertambah atau berkurang, bahkan jika bencana ini terus meluas maka tidak menutup kemungkinan adanya penambahan jumlah pengungsi.

Penyintas bencana pergerakan tanah ini mengungsi di beberapa lokasi, tetapi mayoritas di tenda darurat yang didirikan BPBD Kabupaten Sukabumi dan beberapa di antaranya juga ada yang memilih ke rumah sanak saudaranya yang tidak terdampak bencana.

Hingga Sabtu malam, kondisi di lokasi bencana dan pengungsian kondusif namun pihaknya mengkhawatirkan kesehatan para pengungsi karena masih sering turun hujan deras. Apalagi di tempat mengungsi terdapat beberapa warga yang masuk dalam kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), bayi dan balita serta anak-anak.

“Data sementara jumlah kelompok rentan sebanyak sembilan jiwa dengan rincian tiga lansia, empat balita, satu bayi dan satu penyandang disabilitas. Tentunya warga yang masuk dalam kategori rentan ini perlu mendapatkan perhatian khusus agar kesehatannya tetap terjaga,” tambahnya.

Iding mengatakan PMI pun sudah menyiapkan berbagai bantuan yang dibutuhkan para penyintas khususnya untuk mereka yang mengungsi mulai dari obat-obatan dan kebutuhan darurat lainnya.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan BPBD mengenai update atau pembaruan data jumlah pengungsi, warga yang terdampak maupun terancam bencana pergerakan tanah. Selain itu, juga berkoordinasi dengan aparat keamanan seperti TNI dan Polri untuk ikut melakukan pengamanan di lokasi bencana untuk menjaga harta benda yang ditinggalkan pengungsi.

(Antara)

(Wisnu)