Jakarta, Aktual.com-Satgas Kesehatan TNI akan beroperasi selama setahun penuh untuk menangani masalah gizi buruk di Papua. Hal ini atas instruksi Presiden Joko Widodo.

Seperti disampaikan oleh Kapuspen TNI Mayjen Sabrar Fadhilah dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk ‘Tantangan Kesehatan Masyarakat Papua’ yang digelar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (29/1).

“Pada tanggal (25/1) kita telah mengirimkan tim pertama dari satgas tersebut, dan kabar terakhir hari ini sudah sampai di pos-pos di sana (Papua). Selain itu, hari ini kita juga sudah kirim tim kedua,” urai Sabrar lewat keterangan tertulis kepada Media di Jakarta, Selasa (30/1).

Satgas Kesehatan kata Sabrar akan memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia. Sehingga nantinya akan ada flying doctor, dokter perahu, dan lainnya.

“Ke depannya tidak menutup kemungkinan kami akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait lainnya, dari kami sendiri mengirimkan 260 orang,” lanjut Sabrar.

Terkait lamanya satgas kesehatan tiba di lokasi, Sabrar menyebut dinamika yang terjadi sangat kompleks. Aspek cuaca kerap tidak mendukung satgas untuk menuju lokasi.

“Pesawatnya ada, cuacanya tidak mendukung. Cuacanya cerah, pesawatnya belum siap. Jadi banyak aspeknya,” kata Sabrar.

Sabrar melanjutkan, sebelum mengirimkan satgas khusus, TNI juga telah menerjunkan sebuah tim yang terdiri dari 55 orang di awal-awal terdeteksinya kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk. TNI menerapkan tiga strategi untuk meminimalisir KLB campak dan gizi buruk.

Ketiga strategi itu ialah segera merawat orang-orang yang terjangkit penyakit, kemudian jika tidak bisa dirawat di tempat maka segera dikirim ke rumah sakit, serta memberikan imunisasi.

Tampak hadir pada forum ini di antaranya Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sosial Idrus Marham, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho, dan Plt Dirjen Pembangunan Bina Desa Kemendagri Diah Indarjati.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs