Para menteri Kabinet Indonesia Maju saat diambil sumpahnya dan dilantik oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10) lalu. (Foto: setkab)

Jakarta, Aktual.com – Isu seputar reshuffle atau perombakan kabinet Presiden Joko Widodo pada 15 Juni 2022 mendapat respon beragam dari banyak pihak terutama dikalangan elit senayan.

Isu ini semakin hangat saat Charta Politica mengeluarkan hasil survei yang menyatakan sebanyak 63,1 responden setuju jika Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle. Dari survei itu, hanya ada 24,3 persen responden yang tidak setuju, sementara 12,7 persen tidak menjawab.

Ditambah lagi beredar  kabar bahwa para menteri Kabinet Indonesia Maju dilarang bepergian ke daerah atau ke luar Jakarta sebelum 15 Juni 2022.

Politisi PDIP Masinton Pasaribu mengatakan  jika reshuffle kabinet wajib dilakukan. “Memang harus segera dilakukan reshuffle, jangan jadi sebuah wacana saja. Harus jadi sebuah tindakan. Harus, supaya fokus. Jangan juga nanti menteri yang masuk menggantikan menteri lain malah tidak fokus dan memanfaatkan celah tersebut untuk kampanye lagi,” ujar Masinton pada siniar Polemik Trijaya yang disiarkan melalui kanal YouTube MNC Trijaya pada Sabtu (11/6).

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menolak menanggapi isu tersebut.

“Tanya saja Istana [Kepresidenan], saya boro-boro enggak sempat urus gituan,” kata Luhut kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (9/6).

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan waktu untuk melakukan reshuffle atau perombakan kabinet ditentukan sepenuhnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Yang namanya kabinet itu kewenangan sepenuhnya Presiden. Presiden itu mempunyai hak prerogatif. Presiden mau ganti kapan saja ya terserah Presiden, mau hari ini, mau besok, mau lusa, kewenangan itu sepenuhnya ada pada Presiden,” kata Pramono Anung di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Selasa (14/6).

Respon Partai Politik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku tak tahu ada kabar reshuffle atau perombakan kabinet.

Airlangga menolak berkomentar lebih jauh. “Wah enggak, kita enggak ada bocoran, tidak ada,” kata Airlangga saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/6).

Sementara itu Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan belum ada pemberitahuan resmi kepada pihaknya soal rencana tersebut hingga saat ini.

Menurutnya, pihaknya baru mendengar informasi seputar reshuffle kabinet dari informasi yang disampaikan wartawan.

“Kami juga sudah mendengar dari teman-teman media, khususnya bahwa 15 [Juni] akan ada reshuffle. Berhubung itu datang dari teman-teman media, ya tentu kami tidak bisa mengonfirmasi, apalagi dalam hal ini belum ada pemberitahuan secara resmi kepada PAN,” kata Eddy kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senin (13/6).

Waketum PKB Jazilul Fawaid sudah mendengar isu tersebut. Akan tetapi, ia enggan berspekulasi lebih jauh.

“Tapi saya nggak berani berspekulasi. Sabar saja menunggu keputusan presiden,” kata Wakil Ketua MPR itu ketika dihubungi, Senin (13/6).

Sebelumnya, kabar reshuffle kabinet berembus di kalangan elite partai politik. Sejumlah pihak menyebut reshuffle akan dilakukan pada Rabu (15/6).

Namun Jokowi membantah kabar yang beredar tentang kocok ulang atau reshuffle kabinet tersebut.

Hal itu ia sampaikan saat meninggalkan Masjid At-Taufiq, Jakarta. Pernyataan itu disampaikan di hadapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Belum, belum,” ucap Jokowi singkat sembari meninggalkan awak media massa di Masjid At-Taufiq, Jakarta, Rabu (8/6).

(Dede Eka Nurdiansyah)