Ilustrasi kapal tanker Iran. (Anadolu Agency)

Teheran, Aktual.com – Angkatan Laut Iran pada Kamis (11/1) mengonfirmasi bahwa mereka telah menyita kapal tangki minyak milik Amerika Serikat di Laut Oman.

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh media pemerintah, Angkatan Laut menyatakan bahwa kapal AS tersebut disita “berdasarkan perintah pengadilan.”

AL Iran mengklaim bahwa kapal tangki tersebut terlibat dalam pencurian minyak Iran pada tahun lalu, yang dilakukan “di bawah arahan AS” dengan mengirim minyak tersebut ke Washington.

Menurut pernyataan tersebut, kapal tangki tersebut sedang berlayar di Laut Oman ketika disita melalui perintah pengadilan sebagai “tindakan pembalasan atas pencurian minyak Iran oleh AS.”

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa kapal tangki yang disita telah dipindahkan ke pelabuhan Iran dan diserahkan kepada lembaga kehakiman untuk tindakan hukum lebih lanjut.

Kejadian tersebut masih belum jelas secara rinci, dan diperkirakan Angkatan Laut Iran akan merilis pernyataan terperinci nanti.

Sementara itu, laporan dari perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey menyebutkan bahwa kapal berbendera Kepulauan Marshall tersebut “ditumpangi oleh orang-orang bersenjata di lepas pantai Oman” saat berlayar dekat Kota Sohar di Oman.

Sistem pelacakan AIS pada kapal tangki itu dilaporkan dimatikan saat berlayar menuju pelabuhan Bandar-e-Jask, Iran.

Berita juga menyebutkan bahwa kapal yang disita oleh Angkatan Laut Iran telah memuat 145.000 metrik ton minyak di pelabuhan Basra, Irak.

Tanker yang dinamai St Nikolas ini sebelumnya terlibat dalam perselisihan antara Teheran dan Washington tahun lalu setelah disita oleh AS pada April dengan nama Suez Rajan. St Nikolas kemudian dipandu menuju pelabuhan Texas, di mana Angkatan Laut AS menurunkan 800.000 barel minyak senilai sekitar $56 juta (Rp871,4 miliar) dan mengabaikan peringatan Iran.

Pada saat itu, Washington menuduh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran berusaha mengirim minyak selundupan ke China, yang merupakan pelanggaran sanksi. Sebelum minyak diturunkan di lepas pantai Texas, pejabat militer Iran telah memperingatkan akan adanya konsekuensi yang berat. Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tanjsiri pada saat itu menyatakan bahwa “era tabrak lari” sudah berakhir.

“Dengan ini kami menyatakan bahwa kami meminta pertanggungjawaban perusahaan minyak mana pun yang berusaha menurunkan minyak mentah kami dari kapal itu, dan kami juga meminta pertanggungjawaban Amerika,” katanya saat itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan