Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Indonesia Jateng, Moh Ani Sofian mengungkapkan Industri garmen dan usaha kecil menengah (UKM) Jawa Tengah, kini terancam terpuruk menyusul adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang ditetapkan oleh pemerintah pada Mei 2015.
“Kenaikan TDL dipastikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha garmen dan pelaku UKM yang proses produksinnya menggunakan tenaga listrik,” katanya di Pekalongan, Senin (25/5).
Menurut dia, pemerintah seharusnya mempertimbangkan kondisi perekonomian sebelum menaikan TDL agar pelaku garmen dan UKM tidak semakin terpuruk.
“Saat ini kondisi perekonomian belum stabil dan pasar garmen pun sedang lesu. Hal itu, tentunya akan menyulitkan industri garmen untuk melangsungkan usahanya,” katanya.
Ia mengatakan saat ini, industri garmen hanya sekadar bertahan melangsungkan usahanya dengan mengurangi jumlah waktu proses produksi.
“Akan tetapi, kenaikan TDL juga bisa memicu pengurangan jumlah tenaga kerja. Oleh karena itu, kami hanya bisa mengimbau pada pelaku industri garmen dan UKM agar bisa berinovasi dan kreatif agar hasil produksi tetap diminati konsumen,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















