Ilustrasi

Jakarta, Aktual.com– Sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW sangatlah banyak bukan hanya dari kalangan laki-laki saja, bahkan dari kalangan perempuan juga sangat banyak salah satunya adalah Hindun binti Utbah.

Hindun bin Utbah merupakan wanita dari bangsa Quraisy yang terkenal dengan kecerdasan dan sosok yang tangguh juga pemberani, jika dibandingkan dengan perempuan-perempuan lain pada masanya sangatlah jauh berbeda.

Salah satu bukti dari keberanian dan kecerdasannya yaitu saat Ia hendak membalaskan dendam kematian dari Ayah, Paman dan Saudaranya pada saat perang Badar.

Pada saat itu, Ia menemui seorang hamba sahaya bernama Wahsy. Hindun menyampaikan niat dan akal busuknya kepada Wahsyi untuk membunuh Rasulullah dan Pamanya Hamzah bin Abdul Mutholib. Akan tetapi, Wahsyi enggan untuk melakukan perbuatan tersebut.

Hindun yang tidak pernah hilang akal dantetap memaksanya dengan mengiming-imingi Wahsy bebas selain itu Ia menyodorkan perhiasan miliknya mulai dari anting, gelang, kalung dan emas-emasnya.

Wahsyi yang memang seorang budak miskin tidak memiliki apapun itu terbuai dengan janji dari Hindun. Pada saat perang Uhud, Wahsyi ikut serta di dalam pasukan Kafir Quraisy.

Selama pertempuran, Wahsyi hanya fokus pada apa yang diperintahkan oleh Hindun yaitu membunuh Paman Rasulullah SAW Hamzah bin Abdul Mutholib. Wahsyi tidak serta merta membunuhnya secara berhadap-hadapan, akan tetapi Ia lebih memilih bersembunyi dan mengintainya hingga saat Paman Nabi terdesak.

Ketika melihat Hamzah yang sedang lengah, Wahsyi secara membabi buta menghantamkan tombaknya ke badan Paman Nabi. Akibat serangan tersebut, Hamzah bin Abdul Mutholib tak kuasa menahan dan melawannya. Saat itu juga Hamzah syahid di medan pertempuran.

Hindun yang mendengar berita tersebut sangat gembira langsung mendatangi jasad Hamzah yang sudah syahid tersebut. Ia langsung merobek dada Hamzah dan hampir memakan hati dari Paman Rasulullah tersebut. Selain itu karena kebenciannya, Ia mengambil hidung dan telinganya untuk dijadikan sebagai kalung.

Selang beberapa lama pada saat peristiwa Fathu Makkah yang dipimpin oleh Rasulullah SAW, Hindun sangat terkesima oleh kaum Muslimin yang menyembah Allah. Kemudian, hatinya yang sebelumnya sangat keras dan membenci Islam sekarang menjadi lunak bahkan Ia tak segan-segan untuk berbaiat kepada Rasulullah SAW.

Suaminya yang bernama Abu Sufyan justru kaget dan tak menyangka bahwa Istrinya yang sangat membenci Islam itu tergerak hatinya, Hindun membalas keterkejutan suaminya dengan berkata, “Demi Allah, sungguh aku belum pernah melihat Allah disembah dengan sebenar-benarnya di masjid ini selain pada malam tadi. Demi Allah, mereka tidak tidak bermalam di dalamnya, melainkan dengan mengerjakan salat seraya berdiri, ruku’, dan sujud.”

Setelah memeluk Islam Hindun binti Utbah menjadi sosok yang sangat berbeda dengan sebelumnya, puasa dan shalat sudah menjadi kebiasaan sehari-sehari yang dilakukan oleh dirinya.

Dalam perang Yarmuk, Ia memanfaatkan kecerdasan dan kepandaian beretorikanya untuk memotivasi pasukan Islam yang hampir menyerah melawan bangsa Romawi. Ia mengatakan kepada pasukan yang berlari mundur, “Kalian mau lari ke mana? Kalian melarikan diri dari apa? Apakah dari Allah dan surga-Nya? Sungguh, Allah melihat yang kalian lakukan!”

Muawiyah bin Abu Sufyan anak dari Hindun binti Utbah mengatakan, “Ibuku adalah wanita yang sangat berbahaya di zaman Jahiliyah, tetapi di dalam Islam, beliau menjadi seorang wanita yang mulia dan baik.”

Itulah kisah Hindun binti Utbah seorang sahabat Rasulullah SAW dari kalangan wanita yang dahulu sangat membenci Islam. Tetapi Allah yang Maha Membolak-balikkan hati hamba-Nya menetapkan bahwa Hindun binti Utbah sebagai sosok yang sangat berharga dalam sejarah Islam.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)

(Arie Saputra)