Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memberikan keterangan pers terakit pengumuman nama perusahaan pembakar lahan dan hutan di gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Jumat (18/9). Dalam keterangannya Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia yang termasuk dalam 20 perusahaan yang kini tengah diselidiki aparat kepolisian dan apabila sebuah perusahaan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka maka izin perusahaan itu akan dibekukan atau dicabut dalam waktu kurang dari satu bulan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/15.

Jakarta, Aktual.com — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengaku bahwa Indonesia masih bisa menyediakan pesawat dalam upaya memadamkan api di sejumlah lahan dan hutan.

Hal ini terkait penolakan pemerintah terhadap bantuan Singapura yang hanya memberi satu pesawat dalam upaya pemadaman api.

Meski demikian, pemerintah Indonesia menghargai kerjasama dan tawaran bantuan yang ingin dilakukan oleh Singapura.

“Ngasihnya satu (pesawat), kalau ngasih 40 (pesawat) baru boleh. Kita Hargai ada kerjasama. Kita mampu menyediakan pesawat, belum menerima bantuan Singapura. Itu keputusan negara karenanya konsultasi ke Menlu dan ke Presiden, itu bukan urusan menteri (kehutanan),” kata Siti di Jakarta, Jumat (18/9).

Saat ini, 24 pesawat sudah dikerahkan untuk memadamkan api, dan menyusul 20 pesawat akabn ditambahkan untuk upaya pemadaman.

Untuk diketahui, pesawat bantuan yang ditawarkan Singapura memiliki kapasitas 5.000 liter air, sementara pesawat yang dimiliki Indonesia rata-rata berkapasitas 500 dan 3.200 liter air.

Artikel ini ditulis oleh: