Hamparan air biru terlihat di sepanjang jalan berkelok yang dibingkai pepohonan menguning kala musim gugur di kota Semboku, prefektur Akita, Jepang bagian utara.
Setelah melewati hutan pohon cemara yang daunnya bergradasi dari hijau, kuning dan merah, danau luas berlatar belakang pegunungan bak gambar kartu pos akhirnya terlihat jelas.
Itulah danau Tazawa atau Tazawa-ko dalam bahasa Jepang, danau terdalam di Jepang dengan kedalaman 423,4 meter.
Sebuah patung perempuan berwarna emas bernama Tatsuko berdiri tegak di sebelah barat danau Tazawa. Patung Tatsuko menjadi simbol dari danau kaldera yang tidak pernah membeku saat musim dingin karena airnya dalam.
Dalam legenda di balik kisah danau Tazawako, Tatsuko adalah perempuan cantik yang ingin agar anugerah tersebut kekal. Dia memohon pada Buddha agar bisa tetap cantik selama-lamanya. Berkat petunjuk Buddha, Tatsuko pun meminum air dari mata air di tengah gunung namun lama kelamaan dia justru berubah menjadi naga.
Tatsuko yang merasa menyesal kemudian hidup di dalam danau Tazawa ditemani oleh naga lain bernama Hachitaro yang pernah berwujud sebagai manusia. Dikisahkan, sejak ditinggali oleh keduanya, danau Tazawa menjadi semakin dalam dan tidak pernah membeku meski musim dingin datang.
Patung Tatsuko buatan Yasutake Funakoshi yang diselesaikan pada 12 Mei 1968 itu menjadi salah satu objek terkenal untuk berfoto di danau Tazawa. Tatsuko juga diwujudkan dalam bentuk pernak-pernik suvenir yang dijajakan di toko sekitar danau Tazawa, mulai dari gambar yang serupa dengan patungnya, sampai versi kartun imut yang tertera di pembungkus kotak makanan berisi mochi atau manju.
Danau Tazawa dan patung Tatsuko juga pernah muncul dalam drama Korea Selatan berjudul “Iris” yang dibintangi aktor Lee Byung Hun pada 2009. Cuplikan gambar dari adegan dua pemeran utama Choi Seunghee and Kim Hyuenjun berpelukan dengan latar belakang patung Tatsuko juga dapat ditemukan di kotak pembungkus suvenir di toko-toko yang menjual oleh-oleh. Drama ini membuat popularitas lokasi-lokasi syuting di prefektur Akita, khususnya danau Tazawa, meroket terutama bagi turis dari Korea Selatan.
Memanjakan mata, menurut Takahashi Yukiko, warga setempat yang kerap mengunjungi danau untuk bersantai, danau ini biasa dikunjungi orang-orang yang ingin melihat pemandangan memukau.
“Kalau saya tidak setiap hari, kadang-kadang saja jika ingin,” ujarnya.
Sekelompok wisatawan lokal sibuk berfoto dari pinggir jalan yang berada di atas danau Tazawa demi mengabadikan diri bersama Tatsuko dan pemandangan danau serta pegunungan di belakangnya. Orang-orang biasanya menyusuri danau dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Ada pula yang berkunjung ke kuil Gozanoishi yang terletak di sebelah utara danau Tazawa.
Bila ingin melihat Tatsuko lebih dekat, wisatawan dapat menuruni tangga dan menyusuri batu-batu besar yang menghiasi pinggir danau.
Di perairan dangkal yang berada di sela batu-batuan pinggir danau terdapat segerombolan ikan sepanjang jengkal tangan. Uniknya, ikan itu hanya terdapat di sebagian tempat di danau, tepatnya di sekitar area di mana patung Tatsuko berada.
Yukiko mengatakan memancing bukanlah kegiatan yang biasa dilakukan para pengunjung. Rupanya, ikan yang terdapat di danau Tazawa dianggap sebagai ikan suci sehingga keberadaannya tidak tersentuh oleh campur tangan manusia.
“Ikan yang ada di dekat bagian patung tidak boleh ditangkap karena dianggap keramat,” jelas Ursula Rosyana yang mendapat keterangan dari pemilik homestay tempatnya menginap di Semboku.
Keindahan danau Tazawa juga ditopang oleh kebersihan yang patut diacungi jempol. Tidak ada satu pun sampah terlihat di sekitar danau. Air danau pun jernih sehingga ikan-ikan yang berenang di sela bebatuan terlihat jelas.
Menurut Rosy, kebersihan danau Tazawa merupakah salah satu daya tarik dari danau yang menjadi salah satu objek wisata terkenal Semboku tersebut.
“Ada danau yang bagus bila dilihat secara keseluruhan dari jauh, tapi Tazawako bagus dilihat dari jauh maupun dari dekat,” ujarnya.
Hal senada dikemukakan Hadisti Sabrina, wisatawan Indonesia lain yang baru pertama kali mengunjungi Semboku.
“Danaunya bersih sekali, itulah mengapa saya bisa melihat jelas ikan-ikan di pinggir danau,” kata Hadisti Sabrina yang mengaku takjub dengan kerja sama para pengunjung, khususnya masyarakat lokal, dalam menjaga kebersihan danau.
Selain kebersihan, keindahan alam yang mengelilingi danau Tazawa menjadi daya tarik lain untuk danau yang memiliki luas permukaan 25,8 km2.
Menurut Rosy, pegunungan yang menjadi latar belakang danau Tazawa membuatnya benar-benar merasa dirinya sedang dikelilingi oleh alam.
“Dan danau ini juga punya pasir putih,” tambah Rosy, merujuk pada bagian lain dari danau yang dapat ditempuh beberapa menit dari area patung Tatsuko dengan berkendara.
Di bagian yang berdekatan dengan patung Tatsuko, pinggir danau Tazawa memang dipenuhi oleh batu-batu besar. Namun, di sudut lain danau ini tampak seperti laut dengan pasir putih dan air berombak.
Pada musim panas, biasanya pengunjung danau punya pilihan lain untuk beraktivitas, yaitu berenang dan menyewa kapal-kapal kecil berbentuk angsa untuk mengitari danau.
Untuk mengunjungi danau Tazawa, pengunjung dari kota Akita yang berjarak 80 km dapat berkendara selama 1 jam 40 menit. Dari kota Morioka yang berjarak 50 km, perjalanan dengan mobil ditempuh selama satu jam.
Bila ingin menaiki transportasi umum, pengunjung dapat menaiki kereta peluru alias Shinkansen Akita dan turun di stasiun Tazawa-ko kemudian dilanjutkan dengan bis.

()