Jakarta, Aktual.co — Pengusaha garmen, Ernawati mengatakan kenaikan TDL berdampak negatif pada sejumlah industri garmen yang menggunakan kapasitas listrik di atas tiga ribu Volt Ampere (VA).
“Kenaikan TDL sudah dipastikan memberatkan industri garmen karena beban biaya kian bertambah sedang kondisi pasar masih lesu,” ujar Ernawati di Pekalongan, Senin (25/5).
Menurut dia, meski tarif listrik naik tetapi pengusaha tidak dapat menaikan harga garmen pada pelanggan Sehingga keuntungan semakin menipis.
Pengusaha garmen, kini hanya bisa melakukan efisiensi pemakaian listrik untuk mengantisipasi membengkaknya biaya beban produksi.
“Jika semula kegiatan produksi garmen dilakukan hingga malam hari kini hanya pagi dan sore hari saja. Sebelum kenaikan TDL, biaya beban listrik hanya Rp600 ribu per bulan tetapi kini bisa mencapai sekitar Rp1 juta/ bulan,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















