Jakarta, Aktual.co — Persoalan macet bisa terjadi dimana saja. Terkadang, beberapa orang merasakan sebelum berangkat ke kantor, sudah stres membayangkan semrawutnya perjalanannya di jalan raya.
Apalagi bagi pekerja atau pegawai yang menggunakan kendaraan pribadi. Malahan tak sedikit dari mereka harus menyetir sendiri untuk sampai ke tempat tujuan dalam waktu relatif yang lama.
Bukan tidak mungkin, dampak kemacetan yang ditemui itu bisa mengakibatkan kesehatan seseorang semakin menurun. Pasalnya, selain beresiko tinggi bagi kesehatan, persoalan macet yang dihadapi seseorang setidaknya cenderung memicu tekanan darah naik dalam waktu cepat.
Sedangkan, resiko lainnya akibat kemacetan tersebut, bisa membuat seseorang harus mengalami gangguan muskuloskeletal, hipertensi, marah berlebihan serta kebencian yang meningkat di tempat kerja, dibandingkan mereka yang tinggal lebih dekat di lingkungan kantor.
WomenHealts melaporkan, penelitian yang dilakukan oleh Christine Hoehner, Ph.D, semakin lama seseorang berkendara, tekanan darahnya cenderung naik. Selain itu, suasana hati juga bisa terpengaruh dengan lamanya waktu tempuh tersebut.
Lebih lanjut, Christine menjelaskan, bagi pejalan kaki, mereka yang berjalan lebih jauh ke tempat kerja memiliki riwayat kesehatan mental lebih baik. Namun demikian, menggunakan transportasi umum, seperti bis atau pun kereta, ada baiknya membiasakan dengan mengobrol dengan sesama penumpang lain. Karena efeknya lebih positif ketimbang berdiam diri saja.
Sementara itu, masalah lain yang dapat muncul dari waktu tempuh yang cukup lama dari rumah ke kantor bisa membuat seseorang bertambah berat badannya. Jadi bisa dibayangkan bagi seseorang yang berkendara terlalu lama melakukan perjalanan, tingkat kecemasan lebih tinggi juga bisa dirasakan seseorang yang melakukan perjalanan panjang.
Artikel ini ditulis oleh:
















