Beranda Nasional Tempatkan 198 Ribu PMI, BP2MI Berhasil Lampaui Target di Tahun 2022

Tempatkan 198 Ribu PMI, BP2MI Berhasil Lampaui Target di Tahun 2022

Kepala BP2MI Benny Rhamdani (tengah) dalam konferensi pers di Kantor BP2MI, Jakarta, Kamis (2/6/202) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta, aktual.com – Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyatakan tahun 2022 sebagai tahun penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berhasil dilampaui pihaknya. Benny beralasan angka penempatan PMI pada tahun 2020 kemarin, berhasil melampaui target.

“Tahun 2022 yang telah dicanangkan sebagai tahun penempatan PMI telah berhasil dilampaui. Angka penempatan PMI telah melampaui target yang telah ditetapkan,” ungkapnya saat menyampaikan Laporan Publik Akhir Tahun 2022 di kantor BP2MI, Jum’at (30/12) kemarin.

Benny menjelaskan data menunjukkan pada tahun 2022, sebanyak 198.754 PMI telah bekerja ke luar negeri. Angka tersebut meningkat sebesar 173,7 persen dibandingkan tahun 2021 yang hanya mencatat 72.624 PMI.

Politisi partai Hanura ini pun menegaskan PMI memberikan sumbangsih nyata yang begitu besar setiap tahunnya terhadap pemasukan negara. Secara statistik, merujuk data Bank Indonesia (BI).  pada tahun 2019 kontribusinya mencapai angka 159,6 Triliun, tahun 2020 sebesar 130,2 Triliun, sementara tahun 2021 mencapai 127,4 Triliun.

Benny pun menegaskan menjadi PMI merupakan salah satu solusi mengatasi pengangguran pasca pandemi.

“Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 144,01 juta. Dari data tersebut, jumlah pengangguran tercatat mencapai angka 8,39 juta orang. Sementara jumlah penempatan PMI tahun 2022 sebanyak 271.378. Hal ini menunjukkan bahwa penempatan PMI berhasil membantu mengatasi permasalahan pengangguran di Indonesia hingga sebanyak 3,2 persen,” jelas Benny.

Karena itu, bagi Benny, pemerintah terus berupaya menunjukkan keberpihakannya kepada para PMI. Hal ini ditunjukkan secara nyata melalui berbagai regulasi kebijakan yang progresif dan berbagai fasilitas yang diberikan negara. Antara lain dengan diresmikannya fasilitas Lounge, Helpdesk, dan Fast Track PMI sebagai kado akhir tahun dari Presiden Jokowi kepada para PMI di lima bandara di Indonesia, yakni di Medan, Semarang, Surabaya, NTB dan Bali.

Perjuangan kesejahteraan PMI era Presiden Jokowi, ungkapnya, dapat dilihat dari naiknya Gaji PMI sektor domestik Taiwan, serta perjuangan menghilangkan komponen Agency Fee PMI Taiwan yang membebani PMI.

Sementara itu, pada sisi yang lain, Benny juga tak henti-hentinya menyuarakan Indonesia darurat penempatan ilegal. Sebanyak 526 pencegahan dilakukan BP2MI pusat dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) pada masyarakat yang hendak menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Hasilnya sebanyak 5.848 CPMI nonprosedural telah diselamatkan dari praktik TPPO.

“Selain itu, jumlah aduan yang masuk dari PMI Terkendala (PMI-T), dan ditangani BP2MI sebanyak 82.701,” tuturnya.

(Megel Jekson)