Suasana perumahan yang masih diselimuti asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (2/10). BNPB memprediksi negara akan mengalami kerugian lebih dari Rp20 triliun akibat bencana kebakaran hutan dan lahan yang berkepanjangan.ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/pras/15.

Pekanbaru, Aktual.com – Dua helikopter yang dioperasikan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau dipastikan tidak
dapat melakukan pengeboman air karena kabut asap pekat.

“Dua heli kita sudah ‘standby’ dari pagi tadi namun jarak
pandang masih berkisar 500 meter dan tidak memungkinkan
untuk terbang,” kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger di
Pekanbaru, Rabu (21/10).

BPBD Riau saat ini menyiagakan dua unit Helikopter yakni MI
171 dan Sikorsky setelah satu unit Helikopter lainnya Camorv
dikerahkan ke Sumatera Selatan guna membantu pemadaman
kebakaran lahan dan hutan di daerah tersebut.

Kedua helikopter itu, kata Edwar baru dapat terbang apabila
jarak pandang mencapai 1.500 meter.

Dirinya menjelaskan bahwa sesuai rencana pada Selasa ini
pihaknya akan melakukan pengeboman air di tiga kabupaten di
Riau yakni Kepualuan Meranti, Indragiri Hilir dan Indragiri
Hulu. “Mudah-mudahan kabut asap berkurang sehingga kita bisa
terbang dan tanggulangi segera kebakaran itu sebelum
menyebar,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh: