Beranda Khazanah Dunia Islam Terima Kunjungan Dewan Keamanan Thailand, Muhammadiyah: Pendidikan Merupakan Pintu Peradaban

Terima Kunjungan Dewan Keamanan Thailand, Muhammadiyah: Pendidikan Merupakan Pintu Peradaban

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir beserta pengurus PP Muhammadiyah dengan delegasi Dewan Keamanan Nasional Thailand (Muhammadiyah)

Yogyakarta, aktual.com – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir secara resmi menerima kunjungan dari delegasi Dewan Keamanan Nasional Thailand. Haedar pun menyampaikan pendidikan merupakan cara terbaik membangun peradaban, termasuk dalam menstabilkan keamanan di suatu wilayah.

“Kami percaya bahwa pendidikan merupakan pintu membangun peradaban maju, dan untuk kawasan ASEAN bisa maju bersama melalui pendidikan,” ucap Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta dalam keterangan pers, Rabu (14/9) kemarin.

Di hadapan 8 delegasi dari Dewan Keamanan Nasional Thailand, Haedar juga menyampaikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) menjadi salah satu tempat rujukan mahasiswa asal Thailand untuk belajar. Di seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah, mereka bahkan bisa mengakses beasiswa yang ada.

Selain Ketua Umum PP Muhammadiyah, pertemuan singkat tersebut juga diikuti oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Prof. Lincolin Arsyad dan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Thailand Chatchai Bangchaud menyampaikan terimakasih kepada Muhammadiyah karena telah menerima mahasiswa asal Thailand untuk belajar di universitasnya. Dia berharap sikap Muhammadiyah terhadap perdamaian dan kemajuan bersama, khususnya untuk kawasan ASEAN terus dijaga dan diperkuat.

“Terima kasih kami sampaikan ke Muhammadiyah yang memiliki komitmen untuk dunia pendidikan, khusus kepada bangsa kami (Thailand), menerima mahasiswa asal Thailand untuk belajar di Universitas Muhammadiyah,” ungkapnya.

Menurut Chatchai, pandangan moderat yang dimiliki oleh Muhammadiyah perlu untuk disebar luaskan. Sebab pandangan keagamaan yang dimiliki oleh Muhammadiyah akan relevan dan mendukung perdamaian di belahan dunia manapun.

Sebagai informasi, Muhammadiyah memiliki 173 perguruan tinggi yang menjadi tujuan belajar banyak mahasiswi asal Thailand, khususnya Thailand Selatan. Oleh karena itu, Muhammadiyah secara tidak langsung menjadi bagian dalam membangun peradaban dan menjaga stabilitas di Thailand. Termasuk di negara-negara kawasan ASEAN.

(Megel Jekson)