Pertemuan Presiden Jokowi dan PB HMI

Jakarta, Aktual.Com-Presiden Joko Widodo pagi ini, Senin, 20 Februari 2017, menerima kunjungan dari Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Mulyadi P. Tamsir, beserta para anggota lainnya. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, dengan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara.

Setelah sekitar 60 menit bertukar pikiran dengan Kepala Negara, PB HMI melalui ketua umumnya menjelaskan maksud kedatangan mereka kepada para jurnalis. Bersama Presiden Joko Widodo, HMI mendiskusikan tentang persoalan-persoalan umat dan bangsa yang akhir-akhir ini terjadi. HMI juga menyatakan komitmennya untuk umat dan bangsa Indonesia.

“Beberapa waktu yang lalu kita melaksanakan silaturahmi nasional pimpinan-pimpinan cabang dan melaksanakan kegiatan Dies Natalis HMI yang ke-70. Dalam silaturahmi nasional itu kita menghasilkan sepuluh komitmen HMI untuk umat dan bangsa. Ini yang kita sampaikan kepada Pak Presiden,” ujar Mulyadi, di Istana Presiden, Jakarta, Senin, 20 Februari 2017.

Selain itu, PB HMI juga berharap kesenjangan ekonomi dan sosial yang terjadi di Indonesia dapat segera ditangani. Ekonomi yang berpihak kepada seluruh rakyat Indonesia sendiri merupakan salah satu dari sepuluh komitmen HMI yang disampaikan kepada Presiden.

“Kita harapkan ada penyelesaian persoalan-persoalan kesenjangan ekonomi, kesenjangan sosial, dan diskriminasi hukum,” ucapnya.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo sendiri sangat menyambut baik pembicaraan dan komitmen yang disampaikan tersebut. Sebab, PB HMI jelas menyatakan komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segala keanekaragamannya.

“Beliau merespons baik hal-hal yang kita sampaikan tadi. Termasuk poin-poin yang kita sampaikan kepada beliau yang memuat sepuluh komitmen HMI untuk umat dan bangsa. Di sini jelas bahwa kita punya komitmen untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan keanekaragaman suku, budaya, dan agama,” ungkap Mulyadi.

Lebih lanjut, dari pertemuan tersebut Presiden berharap HMI dapat mengambil bagian dan berperan penting dalam pembangunan bangsa.

“Yang diharapkan dari kita agar menjadi bagian dari pembangunan bangsa. Kita fokus bagaimana mengelola sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Itu yang beliau harapkan dari HMI,” ujarnya.

Berikut 10 Komitmen HMI:

Pertama, Menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan segala keanekaragaman Suku, Budaya dan Budaya.

Kedua, Menegakkan dan menyebarkan ajaran Islam dengan sepenuh-penuhnya berdasarkan Alquran dan hadits. Menjadi garda terdepan dalam menjaga wibawa dan kehormatan alim ulama sebagai pemimpin tertinggi umat Islam.

Ketiga, Menegakkan hukum yang berkeadilan dan menolak pelaksanaan hukum yang diskriminatif terhadap masyarakat Indonesia.

Keempat, Melindungi pemanfaatan sumber daya alam Indonesia dan menolak segala bentuk eksploitasi yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.

Kelima, Membangun sumber daya manusia yang berakhlakul karimah, kompetitif dan berdaya saing global.

Keenam, Membangun sistem perekonomian yang berpihak terhadap seluruh rakyat Indonesia.

Ketujuh, Mengembangkan industri dalam negeri, berupaya mewujudkan Indonesia sebagai lumbung energi dan lumbung pangan dunia. Serta menolak masuknya imigran asing yang dapat mengancam kesempatan kerja rakyat Indonesia.

Kedelapan, Menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang berkeadilan, menolak liberalisasi, dan politik dinasti.

Kesembilan, Menolak berkembangnya paham komunis di Indonesia yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kesepuluh, Memerangi peredaran dan penggunaan narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda Indonesia.

(Bawaan Situs)