Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 13 pemain PSS Sleman, telah menjalani pemeriksaan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Dalam pemeriksaan itu, Komdis melontarkan beberapa pertanyaan, salah satunya mengenai gol bunuh diri.

Dari ke-13 pemain PSS Sleman yang dipanggil itu, tidak ada pemain yang melakukan gol bunuh diri. Ini karena, pemain tersebut, telah lebih dulu dipanggil Komdis untuk dimintai keterangannya.

“Pastinya seputar pertandingan. Bagaimana proses bunuh diri, ada yang menyuruh atau tidak, ada imbalannya nggak. Seperti itu pertanyaannya. Kalau jawaban tanya sendiri sama pemain,” kata Ketua Komdis PSSI, Hinca Panjaitan, usai melakukan pemeriksaan terhadap pemain PSS Sleman di sekretariat PSSI, Jakarta, Rabu (5/11).

Meski begitu, Komdis, kata Hinca, belum mengambil keputusan dari hasil pemeriksaan tersebut terhadap pemain PSS Sleman. Pasalnya, pada Kamis (6/11) besok, Komdis masih akan melakukan penyelidikan dengan memanggil para pemain PSIS Semarang.

“Liat besok, mudah-mudahan ada keputusan untuk pemain. Besok giliran PSIS yang diperiksa. Bisa satu bisa dua pemain, lihat besok saja,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan Hinca, ada indikasi bahwa pertandingan tersebut sarat akan pengaturan pertandingan yang dilakukan oleh pemain dari dua klub tersebut. Dan pastinya ada sanksi personal yang akan diberikan oleh Komdis kepada pemain.

Seperti diketahui, kedua klub tersebut, telah menyalahi aturan fair play olahraga, khususnya sepakbola, dalam pertandingan penghujung babak delapan besar Divisi Utama (DU). Karena kedua klub tersebut, mempraktekkan “sepakbola gajah.”

Hal ini dilakukan oleh kedua kesebelasan, karena mereka tidak mau bertemu dengan klub dari grup lain di DU, yaitu Pusamania Borneo FC, yang dipastikan lolos sebagai runner up. Karena, Borneo FC, suka menghalalkan segala cara untuk bisa mengalahkan tim lawannya.

()

()