Muspika Kaliwates bersama Tiga Pilar saat klarifikasi kepada kepala Puskesmas Jember Kidul terkait video ambulan yang viral. Foto/Aziz
Muspika Kaliwates bersama Tiga Pilar saat klarifikasi kepada kepala Puskesmas Jember Kidul terkait video ambulan yang viral. Foto/Aziz

Jember, Aktual.com – Warga Kabupaten Jember dihebohkan dengan video viral mobil ambulan yang membawa jenasah Covid-19 ditelantarkan oleh pengemudinya yakni di jalan utama Jember tepatnya di jalan Sultan Agung Jember.

Dengan kejadian tersebut pada, Senin (26/07) pagi, pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kaliwates Bersama tiga pilar Kelurahan melakukan klarifikasi langsung terhadap Puskesmas Jember Kidul yang merupakan memerintahkan mobil ambulan tersebut untuk menjemput dan mengantarkan jenasah.

Usai melakukan klarifikasi, Camat Kaliwates Bambang Saputro, perwakilan Muspika Kaliwates menyampaikan, bahwa video viral yang beredar di warga itu tidak benar kalau sopir ambulannya menelantarkan jenasahnya, hal ini perlu diluruskan.

“Video viral tentang Jenazah yang diduga ditelantarkan di pinggir jalan itu tidak benar, kami melalui puskesmas jbr kidul telah menangani jenazah sesuai dengan ketentuan dan Yang tidak benar isinya video,” ujar Camat.

Video viral dengan durasi 16 detik ini, memperlihatkan bahwa petugas ambulan seakan menelantarkan jenazah Covid-19.

Selain itu, pihak Muspika sangat menyayangkan terhadap beredarnya video tersebut, dengan menggelintir narasi yang membuat warga tidak nyaman.

“Kami Muspika menyayangkan hal ini, akhirnya kami bersama Kepala Puskesmas Jember Kidul beserta Muspika Kaliwates telah membuat statemen dalam bentuk video guna mengeliminir masalah video yang viral itu,” ungkap Camat Kaliwates.

Sedangkan kronologisnya, bahwa pada hari minggu tanggal (25/07) sekitar pukul 16.30 WIB. anak dari almarhumah melaporkan kepada Puskesmas Jember Kidul bahwa ibunya sedang sakit sesak nafas di rumah Jl. Sultan Agung VIII / 15 Linkungan Kampung Tengah RT 001 RW 015 Kel. Kepatihan.

Oleh karenanya, dengan situasi seperti ini, pihak muspika Kaliwates menghimbau terhadap warganya yang belum jelas terkait penjelasannya ini, bisa langsung tanyakan terhadap petugasnya.

“harapan kami tentunya bagi warga apabila ada sesuatu yg belum jelas, sebaiknya ditanyakan dulu kepada yang terkait, supaya tidak menjadi berita kurang enak di masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, dr. Rumi Enggar Wati selaku kepala puskesmas Jember Kidul menyampaikan, bahwa Usai mendapatkan laporan tersebut, Kepala Puskesmas Jember Kidul menugaskan kepada sopir ambulance Kelurahan Kepatihan melakukan evakuasi korban untuk dibawa ke RSU Kaliwates.

“Setelah saya menerima laporan bahwa ada warga yang sedang sesak nafas, saya perintahkan ke sopir ambulan kepatihan untuk jemput yang bersangkutan. Namun, begitu sampai di Rumah Sakit Kaliwates sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Tak hanya itu, saat sopir ambulan membawa jenasah untuk diantarkan ke kediaman almarhum, kereta buat pengusungnya tersebut mengalami masalah, sehingga sopir ambulan tersebut menunggu dari pihak keluarga almarhumah.

“Pada saat jenasah dibawa kembali pulang ke rumah duka dan sopir ambulance menurunkan jenazah dari mobil ambulan terjadi trouble di roda belakang kereta pengusung jenazah, sehingga jenazah tetap berada di kereta pengusung jenazah yang berada di pinggir Jl. Sultan Agung,” pungkasnya.

(Aminudin Aziz)

(Nusantara Network)