Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menyambangi Mabes Polri, Senin (13/4) petang. Kedatangan Airin kali ini untuk membahas kelanjutan pembangunan Mapolres di wilayah yang dipimpinnya saat ini.
Istri dari tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Tangsel tahun 2011-2012 itu, mengakui kesulitan menyelesaikan masalah keamanan seperti kriminalitas dan kelompok radikal ISIS.
“Kalau ada sendiri kan enak komunikasinya, personilnya banyak. Kita tahu beberapa hal persoalan kriminalitas, ISIS, teroris banyak di Tangerang Selatan. Ini bukan hanya keinginan Pemkot tapi warga Tangsel,” katanya didampingi Ketua DPRD Tangsel, Muhammad Ramli.
Dijelaskan Airin saat ini Kota Tangsel tidak punya Polres. Tujuh wilayah kecamatan itu sambungnya dibawah kendali Polres Jakarta Selatan dan Polres Kota Tangerang. “Tiga kecamatan, Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur masuk wilayah Polres Jaksel. Sisanya Pondok Aren, Setu, Serpong dan Serpong Utara masuk Polres Kota Tangerang,” kata Airin.
Usai pertemuan dengan Asisten Perencanaan (Asrena) Mabes Polri, Irjen Tito Karnavian selama sejam dari pukul 17.30 WIB kata Airin, Polri akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Selain itu juga akan dibicarakan dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk membentuk lembaga polres itu sendiri.
Sementara, Ramli mengatakan Kota Tangerang Selatan mempunyai luas wilayah 147 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa. Tangsel juga akan menghibahkan tanah di BSD, Serpong untuk pembangunan Mapolres. Menurutnya aparat kepolisian sudah cukup bekerja keras. “Kalau punya Polres sendiri enak semua masalah dapat cepat diatasi,” tuntasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby