Jakarta, Aktual.com – Pergerakan laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini masih memperlihatkan perlemahan cukup besar, meski sempat dibuka terapresiasi tipis.
Pada saat dibuka, berdasar data Bloomberg, rupiah mengalami apresiasi tipis di posisi Rp13.313 dari penutupan kemarin yang di angka Rp13.314. Namun sayangnya, rupiah malah berbalik mengalami perlemahan tajam. Hingga pukul 8.30 WIB, rupiah kian melemah di angka Rp13.320.
Menurut analis keuangan PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada , pergerakan rupiah tampaknya belum dapat kembali melanjutkan penguatan. Adanya sentimen dari pengajuan dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa sebagai kelanjutan dari jajak pendapat dulu telah direspon negatif.
“Sentimen itu telah membuat efek negatif terhadap pergerakan rupiah. Sehingga harapan kita agar rupiah kembali ke tren penguatan masih terpatahkan. Karena sentimen domestik belum membantu,” papar Reza di Jakarta, Kamis (30/3).
Menurut dia, posisi rupiah yang masih rentan akan berpotensi terjadi pelemahan lanjutan. Laju rupiah pun akan mengandalkan sentimen-sentimen dari rilis data ekonomi di pekan depan, meski itu sulit diandalkan.
“Adanya kerja sama produktif antara Prancis dan Indonesia serta pembahasan Kementerian Perindustrian dengan PBB terkait peningkatan daya saing nasional dapat menahan laju pelemahan rupiah semakin dalam,” jelas Reza.
Dirinya memperkirakan, laju rupiah pada hari ini untuk level support akan berada di kisaran Rp13.336. Sedang untuk level resisten akan di rentang Rp13.286.
“Pelaku pasar harus terus mencermati berbagai macam sentimen yang dapat mengubah arah laju rupiah,” pungkas dia.
(Busthomi)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















