Jakarta, Aktual.com – Kepala Korlantas Polri Irjen Istiono memimpin upacara pelepasan tim pengamanan libur Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah.

Para personel nantinya akan mengamankan sejumlah arus jalan untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya kemacetan saat libur Idul Adha.

Adapun jumlah personel yang akan diterjunkan untuk pengamanan mencapai 15.000 personel.

“Personel kami gelar 1/3 daripada personel Korlantas, kurang lebih 15 ribu,” kata Kakorlntas Polri Irjen Polisi Istiono di Gedung Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).

Pengamanan Idul Adha di tengah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19), menurut dia, berbeda dengan ketika pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri sebelumnya.

Jika sebelumnya mengeelar operasi khusus, namun kali ini hanya kegiatan rutin yang ditingkatkan seperti Long Weekend.

“Kami tetap harus antisipasi tidak perlu operasi khusus cukup operasi rutin yang ditingkatkan untuk melayani masyarakat,” ujar Istiono.

Meski begitu, nantinya tim pengamanan Idul Adha tetap akan melakukan pengawasan terkait penerapan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai Covid-19.

“Kami membantu mudik untuk memperlancar arus saja. Bila ada masalah di lapangan kita sifatnya melayani publik yang melakukan aktivitas pulang kampung maupun kemungkinan ke daerah pariwisata kemudian titik kurban ini harus kita bantu layani maksimal,” tutur Istiono.

Tidak Ada Penyekatan

Kata Kakorlantas, pihaknya tidak akan melakukan penyekatan di ruas jalan saat libur Idul Adha. Namun, standar protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19, tetap akan dipantau dan wajib dilaksanakan

“Tidak ada penyekatan sama sekali. Kita normal saja, kita pada momentum ini menitik beratkan kesadaran masyarakat untuk tidak pulang kampung,” katanya.

Istiono memastikan tidak ada sanksi bagi para pemudik. Kondisi ini berbeda dengan momen Idul Fitri, di mana pemudik harus mebgantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Sementara itu, bagi pemudik yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, hanya akan diberi teguran oleh petugas. Kemudian bagi yang tidak memiliki masker akan diberi oleh petugas.

“Anggota semua sudah dibekali masker semua, saya suruh bawa masker. Bila masyarakat tidak pakai masker kita kasih semua. Penegakan kita memang persuasif, humanis, tidak ada penegakan hukum,” kata Istiono. (Fadlan Butho)

(Tino Oktaviano)