Kedatangan vaksin tahap ke-200 berupa 651.130 dosis AstraZeneca dari pemerintah Jepang, Rabu (19/1). (ANTARA/HO)

Palu, Aktual.com – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah memperkirakan puluhan ribu lebih dosis vaksin AstraZeneca akan kedaluwarsa, sehingga tidak akan digunakan.

Menurut Kepala Dinkes Provinsi Sulteng, dr. I Komang Adi Sujendra mengatakan, hingga saat ini masih tersisa 27 ribu dosis vaksin AstraZeneca, dari total sebelumnya 100 ribu dosis, hasil relokasi dari Provinsi Jawa Barat dan Yogyakarta.

“Kita baru menerima itu tanggal 7 Januari yang lalu, jumlahnya cukup banyak 100 ribu namun saat ini tersisa 27 ribu dosis lagi, dan diperkirakan tidak akan habis digunakan karena kedaluwarsanya

​​​​​​pada 31 Januari mendatang,” kata dr. I Komang Adi Sujendra kepada ANTARA di Kendari, Kamis.

Menurutnya, faktor utama yang mempengaruhi banyaknya dosis vaksin terancam tak dapat digunakan itu, adalah waktu yang sangat singkat, baik waktu penerimaan maupun batas akhir penggunaannya.

Selain itu, beberapa regulasi sebelumnya juga belum membolehkan untuk melakukan penyuntikan vaksin dengan dosis ketiga, sebab total akumulatif vaksinasi Sulteng pada kelompok lansia belum mencapai syarat minimal 60 persen, meskipun pada kelompok dewasa telah mencapai 70 persen.

Berdasarkan faktor itu, lanjut Adi Sujendra, pihaknya bersiasat untuk menggunakan vaksin jenis AstraZeneca hanya untuk dosis ketiga atau booster dengan sasaran ialah kelompok lanjut usia (lansia), sesuai regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah pusat serta Kementerian Kesehatan.

“Meskipun secara akumulatif Sulteng belum mencapai syarat minimal pada kelompok lansia yaitu 60 persen tapi sudah mendapatkan izin kementerian, karena jika dikirim lagi ke provinsi lain sama juga potensi akan expired,” jelasnya.

Hingga saat ini Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah bersama pihak terkait masih terus menggencarkan vaksinasi booster bagi kelompok lansia menggunakan vaksin jenis AstraZeneca, sebelum nantinya akan expired pada 31 Januari mendatang.

“Karena memang masih aman, kecuali sudah pada saat 31 Januari itu atau lewat dari itu maka kita sudah tidak akan gunakan seperti obat,” katanya.

(Dede Eka Nurdiansyah)