Jakarta, Aktual.com – Koordinator Forum Kajian Isu Strategis Negara Demokrasi (F – KiSSNed), Erlangga Abdul Kalam menyoroti adanya kepala staf yang mulai mendekati Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang purna tugasnya Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.

Apalagi sejumlah ormas juga mulai memberikan dukungan agar kepala staf tersebut bisa menjadi Panglima TNI.

Hal ini tentunya bisa menjadi polemik internal matra dan antar matra. Suasana ini mirip dengan sebelum meletusnya peristiwa G30S/PKI. Oleh karena itu sudah cukup sejarah itu dijadikan pembelajaran, bukan hanya sekedar dijadikan upacara seremonial.

TNI harus tetap solid dan sinergis, untuk itu perlu kearifan semua pihak dengan lebih mengedepankan keharmonisan hubungan antar kelembagaan, demi perdamain dan 

“Pada dasarnya upaya yang dilakukan oleh kepala staf TNI itu tidaklah etis, karena masih ada waktu yang lumayan panjang. Ada waktu sekitar 6 bulan lagi lah kira-kira jelang Jenderal Andika pensiun sebagai Panglima TNI,” ujar Erlangga Abdul Kalam di Jakarta, Rabu (29/6/2022).

Erlangga pun meminta ada baiknya jika saat ini kepala staf TNI yang cari muka ke Presiden dan menggiring ormas-ormas untuk mendukungnya memberikan bukti profesionalitas. Hal itu dilakukan agar nanti Presiden melihat kemudian menilai kinerja yang dilakukannya.

“Saya yakin setiap keputusan yang nantinya akan diambil oleh Presiden itu akan berdasar pada penglihatan kinerjanya, tidak semata-semata cukup dengan reputasi. Kalau cuma sekedar cari muka, akan jauh sekali dari harapan,” tandasnya.

“Jadi harus disinkronkan, manfaatkan saja waktu yang tersisa itu dengan semaksimal mungkin,” tambahnya.

Diketahui Jenderal Andika Perkasa akan memasuki pensiun pada November 2022 mendatang. Sesuai urut kacang maka Kepala Staf TNI AL yang berkesempatan untuk menjadi Panglima TNI. Apalagi selama Jokowi menjabat Presiden hingga 2 periode, pucuk pimpinan TNI AL belum mendapatkan kesempatan sebagai Panglima TNI.

(Tino Oktaviano)