Jakarta, Aktual.co — Emas adalah investasi yang tak lekang waktu, disukai banyak orang, dan aman (safe heaven) saat terjadi krisis ekonomi. Namun sebelum berinvestasi emas ini sebaiknya memahami seluk beluk dan strategi investasi emas. 
Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi emas seperti dilansir Duwitmu.com :
Harga emas tidak selalu naik.Berdasarkan data Kitco, sebelum 1970 harga emas cenderung stabil. Namun, setelah 1970 harga emas berfluktuasi dengan tajam sampai sekarang. Di tahun 2013 untuk pertama kalinya harga emas turun cukup drastis, dimana harga emas bulan Agustus 2013 berada di USD1.429. 
Jenis emas yang dibeli sebaiknya adalah Logam Mulia (LM), bukan perhiasan.LM adalah emas batangan murni standar 99,99 persen; produksi BUMN PT Aneka Tambang (ANTAM). Setiap LM memiliki sertifikat resmi, menjamin keaslian, yang dikeluarkan oleh ANTAM. Dengan karakteristik seperti ini, LM menjadi cocok dijadikan investasi. Barangnya, standard, ada patokan harga dan mudah diperjualbelikan.
“Perhiasan bukannya tidak bisa dijadikan investasi. Bisa saja. Namun, harga perhiasan tidak punya patokan resmi. Bentuknya yang customized membuat penilaiannya menjadi subjektif. Alhasil, harga amat tergantung negosiasi dengan toko emas. Ini akan mengurangi nilai investasi emas,” ujar  perencana keuangan, Rio Quiserto, Minggu (23/11).
Penyimpanan emasMenyimpan emas sebaiknya di Safe Deposit Box (SDB). Sewa SDB di bank lebih aman daripada menyimpannya di rumah. Namun, menurut Rio ada biaya sewa penyimpanan SDB di bank.
“Harga sewa ditentukan berdasarkan ukuran SDB. Ada ukuran kecil, sedang dan besar. Karena emas batangan relatif kecil, SDB kecil sudah memadai. Biaya sewa sekitar Rp500.000 per tahunnya,” pungkasnya.
Dan yang terakhir, mulailah segera mungkin. Jangan tunggu sampai uang banyak baru mulai berinvestasi.

()

()