Jakarta, Aktual.co — The Japan Chamber of Commerce and Industry atau Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jepang mengatakan terdapat tiga hambatan dalam berinvestasi di Indonesia. Ketiga hambatan tersebut yaitu, infrastruktur, logistik, dan listrik.
“Infrastruktur di Indonesia masih kurang, selain itu juga ada perbedaan infrastruktur antara di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa, ini yang menyebabkan biaya logistik berbeda antar Pulau di Indonesia,” ujar Ketua Kadin Jepang, Akio Mimura saat konferensi pers di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (3/2).
Lebih lanjut dikatakan Mimura, permasalahan logistik di Indonesia hampir 90 persen tidak ada masalah, namun 10 persen sisanya bermasalah terkait akuisisi lahan.
“Presiden Jokowi tidak menyebutkan dimana, namun setelah bertemu Menteri Perdagangan itu ternyata terkait pembangkit listrik, kami sudah melihat lokasinya di Batam, Jawa Tengah, pemerintah belum memberikan kepastian kapan, tapi masalah itu pemerintah Indonesia berjanji akan selesai secepatnya,” ujarnya.
Dan untuk masalah listrik, Jepang menilai biaya listrik di Indonesia sangat tinggi dan tidak merata.
“Pasokan listrik di Indonesia masih kurang, sering mati, dan tingginya tarif listrik harus doselesaikan untuk mensukung kegiatan industri dan kegiatan sehari-hari masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Kadin Jepang mengunjungi Indonesia dan bertemu Presiden Jokowi beserta lima Menteri untuk mengetahui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) Indonesia selama lima tahun ke depan dan membahas mengenai potensi investasi yang ada di Indonesia.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka













