Pekerja dengan sepeda motor melintas di salah satu sisi lokasi pembangunan Tol Bawen-Salatiga di Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/1). Pada Februari 2017 PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku operator akan menguji kelayakan tol sepanjang 17,6 kilometer yang hingga pekan pertama Desember 2016 mencapai 74,748 persen tersebut karena diprediksi seluruh pembangunannya selesai pada akhir Januari 2017. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc/17.

Batang, Aktual.com – Pemerintah menjamin jalan tol Jakarta hingga Semarang sudah bisa dilalui pemudik pada musim Lebaran tahun ini.

“Ini terjadi karena tiga ruas tol yakni Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang dan Batang-Pemalang sudah nyambung dan bisa dilalui secara fungsional,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada pers di Kabupaten Batang, Senin (9/1).

Penegasan tersebut disampaikan terkait dengan rencana kunjungan kerja Presiden Jokowi ke lokasi pembangunan tol ruas Batang-Semarang sepanjang 75 km.

“Fungsional, artinya kendaraan pemudik golongan 1 sudah bisa melewati jalan tol meski jalannya baru berupa lantai kerja atau ‘lean concentrate’ dengan ketebalan beton 10 cm dan campuran semen dan tanah yang agak keras,” katanya.

Basuki menekankan bahwa pihaknya dan Badan Usaha Jalan Tol yakni PT Jasa Marga, PT Waskita dan PT Sumber Mitra Jaya setta para kontraktor sepakat untuk menjaga ritme pekerjaan dan bisa selesai tepat waktu untuk fungsional.

Dengan demikian, kata Basuki, kunjungan kerja kali ini ada dua tujuannya yaitu memastikan jalan tol Trans Jawa Jakarta-Surabaya sepanjang 650 km ditargetkan selesai 2018.

Kedua, adalah untuk meyakinkan mudik 2017 akan bisa tembus tidak hanya sampai ke Pemalang tapi akan bisa sampai ke Ngaliyan, Semarang.

Basuki sendiri mengaku sudah sejak Sabtu (8/1) memonitor langsung perkembangan pembangunan tiga ruas jalan tol tersebut dan berkesimpulan bahwa secara keseluruhan berdasarkan aspek prasarana, mudik tahun ini bisa lebih baik dari tahun 2016.

Dengan fungsionalnya jalan tol trans Jawa sampai Semarang, katanya, alternatif untuk rekayasa lalu lintas semakin banyak, karena arus lalu lintas terpecah tidak lagi hanya terfokus di Brebes Timur seperti tahun lalu.

“Kalau nanti di Ngaliyan itu berfungsi, arus dapat terpecah di Brebes, untuk langsung menuju Purwokerto. Jadi sudah banyak alternatif untuk rekayasa lalu lintas,” kata Basuki.

Kemajuan konstruksi Menteri Basuki menjelaskan bahwa saat ini progres konstruksi pembangunan ruas jalan tol Pejagan-Pemalang seksi 3 dan 4 sudah mencapai 57,25 persen dan pembebasan lahannya mencapai 98 persen.

Meski ditargetkan rampung keseluruhan pada Desember 2017, namun diharapkan secara fungsional dapat dilalui pada arus mudik tahun ini.

Jalan tol Pejagan-Pemalang memiliki panjang 57,5 km dan terdiri dari 4 seksi. Untuk seksi 1 dan 2 hingga keluar Brebes Timur telah dioperasikan pada Juni 2016.

Sedangkan untuk ruas tol Pemalang-Batang memiliki panjang 39 km, meskipun memiliki target beroperasi Desember 2018, Menteri Basuki juga menargetkan dapat fungsional pada musim mudik kali ini.

“Jalan tol Pemalang-Batang memiliki total panjang 39 km ada beberapa kilometer yang kualitas tanahnya sulit, istilahnya ‘soft soil’ sehingga perlu ‘treatment’ dan tadi sudah disepakati dilakukan dengan metode ‘vacuum’,” katanya.

Menteri Basuki menambahkan, pada akhir Januari nanti penanganan ‘vacuum’ tersebut akan diperiksa kembali perkembangannya apakah bisa selesai atau tidak.

Apabila tidak selesai, akan dicari solusi lainnya sehingga saat musim mudik 2017 tetap dapat berfungsi.

Saat ini kemajuan konstruksi ruas tol Pemalang-Batang mencapai 6,63 persen dan pembebasan lahan mencapai 80,80 persen.

Sedangkan ruas tol Batang-Semarang yang peletakan Batu pertamanya April 2016, Menteri Basuki mengatakan dari hasil peninjauan menunjukkan bahwa beberapa lokasi sudah dapat dilalui.

Ruas yang memiliki panjang 75 km tersebut, terdiri dari 5 seksi. Kemajuan konstruksinya telah mencapai 10,95 persen dan pembebasan lahan mencapai 65,15 persen.

(Arbie Marwan)