Surabaya, Aktual.co — Tim DVI di RS Bayangkara, Surabaya, kesulitan mengidentifikasi jenazah korban Airasia QZ8501 dalam peti bernomor 002.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiono mengatakan kesulitan yang dialami Tim DVI lantaran jenazah tersebut antara antemortem dan Postmortemnya tidak cocok.
“Padahal data antemortem keluarga yang terkumpul, sudah mencapai 161 antemortem. Selain itu sidik jari yang rumit juga semakil mempersulit tim Identivikasi.” Ujar Kombes pol Awi, Jumat (2/12).
Oleh sebab itu, saat ini tim sedang melakukan rapat rekonsiliasi dengan tim ahli forensik, mulai tim antemortem dan posmortem, guna mencocokkan data yang terkumpul, termasuk langkah terakhir pemeriksaan DNA.
Bedasarkan data dari DVI Polda Jawa Timur, jenazah dengan label B002 tersebut merupakan laki-laki muda, Tinggi sekitar 145 hingga 150 cm dan memiliki ras mongoloid. Informasi lain, rambut dari jenazah ini memiliki panjang hingga enam sentimeter dan tahi lalat di pundak sebelah kiri.
Jenazah B002 diterima oleh Tim DVI pada 31 Desember 2014 bersama dengan satu Jenazah yang sudah teridentifikasi atas nama Hayati Lutfiah Hamid.
Artikel ini ditulis oleh:

















