“Terima kasih kepada keluarga karena mendukung dengan memberikan data-data tambahan yakni berupa foto dan itu sangat membantu tim untuk mengidentifikasi korban,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Medik Fungsional Ilmu Kedokteran Forensik RSUD Dr Soetomo Surabaya Prof Soekry Erfan Kusuma menjelaskan, dimintanya foto-foto korban terakhir yang memperlihatkan giginya karena kondisi korban terbakar parah.

Melihat hal itu, gigi dipandang sebagai satu-satunya jalan. Jalan lain adalah DNA, namun menurutnya yang lebih dulu adalah gigi.

“Gigi ternyata masih ampuh. Kemudahan itu akan dibandingkan dengan membawa foto terakhir dengan kondisi gigi. Itu akan mudah dicocokan dengan korban yang tinggal giginya karena tubuh yang lain sudah gosong,” katanya.

Ant

(Wisnu)