Jakarta, Aktual.co — Tim gabungan PT Pertamina EP, Polri, dan TNI meringkus enam tersangka pencuri minyak saat beroperasi di wilayah operasi Adera Field, sekitar Sungai Ogan Ilir, Sumsel.
“Mereka dibekuk pada hari (Minggu) ini,” kata Manajer Humas Pertamina EP Muhammad Baron dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (23/11).
Pengungkapan pencurian minyak bermula saat staf keamanan Pertamina EP mandapatkan laporan tindakan “illegal tapping” (melubangi pipa secara ilegal). Atas laporan tersebut, tim segera menggerebek ke lokasi.
“Hasilnya, enam pelaku diringkus, enam lainnya melarikan diri,” ujarnya.
Dalam Operasi juga disita barang bukti kapal tongkang yang dimodifikasi sebagai tempat penampungan minyak hasil curian serta berbagai alat “illegal tapping” lainnya.
“Diperkirakan kapal tersebut bisa memuat 5.000-8.000 liter minyak mentah. Ditemukan juga selang yang digunakan untuk menyalurkan minyak tersebut,” tambahnya.
Ia berharap kasus ini dapat segera diselesaikan, serta terungkap seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.
“Apa peran yang mereka kerjakan, mulai dari yang ambil minyak, ‘beking’, maupun penadahnya. Karena hal ini jelas-jelas merugikan negara, terlebih di tengah kondisi kesulitan energi negeri ini sekarang,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka












