Sejumlah geolog dari Balai Geologi Bandung melakukan penggalian di situs Wajak-2 di Lereng Gunung Cerme, Desa Gamping, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (30/4). Eskavasi itu bertujuan mencari sisa fosil yang diduga masih terpendam sekaligus meluruskan sejarah lokasi penemuan fosil manusia purba pertama, Homo Wajakensis oleh oleh dr Eugene Dubois pada 1980-an yang selama ini dipersepsikan berlokasi di situs Wajak-1 yang berjarak sekitar dua kilometer dari situs Wajak-2. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/pd/16

Tulungagung, Aktual.com – Sejumlah ahli geologi dari Museum Geologi Bandung, Jawa Barat, melakukan penggalian di situs Wajak-2, Desa Gamping, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang diyakini sebagai lokasi penemuan fosil manusia purba pertama Indonesia, Homo Wajakensis pada 1890-an.

Ketua tim eskavasi dari Museum Geologi Bandung, Iwan Kurniawan, menjelaskan penggalian Situs Wajak-2 yang terletak di lereng pegunungan karst Dusun Cerme, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat itu, dipilih karena diyakini sebagai lokasi penemuan fosil Homo Wajakensis.

“Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meluruskan sejarah yang mempersepsikan bahwa lokasi penemuan fosil wajakensis itu ada di situs Wajak-1, yaitu di ‘corner’ atau sudut (kawasan pegunungan karst Dusun Cerme),” kata Iwan Kurniawan di sela proses penggalian, Sabtu (30/4).

Dalam kegiatan itu, Iwan yang berlatar belakang ahli paleontologi dibantu tujuh peneliti lain dari Museum Geologi Bandung.

Mereka tiba di Tulungagung sejak Kamis (28/4) dan mulai melakukan kegiatan eskavasi pada Sabtu pagi (30/4), dengan menggali titik lokasi bawah tebing batuan karst yang diyakini sebagai lokasi Situs Wajak-2.

“Februari 2015 lalu kami bersama peneliti dari Belanda sudah datang ke sini dan menemukan situs Wajak-2 yang selama ini tidak diketahui masyarakat sebagai lokasi sebenarnya penemuan fosil Homo Wajakensis oleh Eugene Dubois pada 1890-an,” paparnya.

Iwan menjelaskan, kepastian penemuan situs Wajak-2 yang menjadi area temuan fosil manusia purba pertama Indonesia itu setelah peneliti dari Belanda bernama Jhon de Vorst mencocokkan dokumen foto maupun sketsa hasil penelitian Eugene Dubois yang tersimpan di Museum Paleontologi, Leiden University, Belanda.

Hasilnya, kata Iwan, situs Wajak-2 yang berlokasi sekitar dua kilometer dari situs Wajak-1 dan berada di satu kawasan lereng tebing pegunungan Karst Dusun Cerme, Desa Gamping identik dengan sketsa gambar dan foto lokasi penemuan fosil Homo Wajakensis oleh Eugene Dubois.

“Sejak 1932 hingga 1982 situs Wajak dinyatakan hilang, karena sejak masa (Eugene) Dubois tidak ada lagi yang meniliti. Baru 1985 ditemukan lagi oleh paleontologis Universitas Leiden Jhon De Vorst dan dilanjutkan lagi pada 2015 kemarin bersama saya di sini,” paparnya.

Belum ada temuan dalam proses penggalian yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga 13.00 WIB dan saat ini masih terus berlangsung.

“Saat Februari 2015 sempat pula dilakukan penggalian di sisi lapisan batuan breksi yang masih di sekitar area situs Wajak-2 ini dan menemukan fosil tulang kura-kura, gigi rusa, dan gigi-gigi landak yang berada di kedalaman 130 centimeter dari permukaan tanah titik penggalian,” kata Iwan.

Ia memperkirakan, eskavasi atau penggalian situs wajak-2 diproyeksikan masih akan berlangsung sekitar sepekan atau maksimal 10 hari sejak penelitian dimulai di Tulungagung.

Selain bertujuan meluruskan sejarah dan pemahaman mengenai situs Wajakensis yang menurut keterangan Iwan sempat menjadi “misteri” dan terjadi kesalahan persepsi sejarah, tim geologi Bandung berharap masih bisa menemukan sisa-sisa fosil yang belum tergali oleh Eugene Dubois.

()