Jakarta, Aktual.co — Upaya pencarian dan evakuasi terus dilakukan. Namun, hingga hari kelima, Kamis (1/1), Tim SAR gabungan masih belum menemukan black box (kotak hitam) pesawat AirAsia QZ 8501 yang diperkirakan jatuh di perairan Selat Karimata.
Cuaca buruk dengan kencangnya angin disertai tingginya gelombang di lautan menjadi kendala tim SAR melakukan pencarian blackbox pesawat tersebut.
Kendati demikian, penemuan emergency exit, dan emergency slide pada Kamis (1/1) dini hari kemarin, dapat menjadi petunjuk ditemukannya kotak yang menyimpan seluruh informasi penting berkaitan dengan penerbangan pesawat jurusan Surabaya-Singapura itu.
Terlebih, peralatan pendeteksi sonar di sejumlah kapal, termasuk dua set pendeteksi sonar bantuan dari Singapura sudah mulai bekerja untuk mencari keberadaan black box di dasar laut.
“Kita gunakan sonar yang bergerak bersama. Satuan gugus KRI banda aceh, kemudian RSS Swift, USS Simpson bergerak paralel saling berdekatan. Dalam satu atau dua hari dengan alat yang mulai digelar kita berharap bahwa badan utuh dapat ditemukan,” kata Deputi Bidang Potensi SAR, Marsda TNI Sunarbowo Sandi dalam konferensi pers di Posko Utama Pencarian Pesawat AirAsia QZ8501 di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1).
Sunarbowo menambahkan, dengan ditemukannya emergency exit dan emergency slide melokalisir keberadaan badan pesawat. Meski demikian, Sunarbowo mengakui adanya kemungkinan badan pesawat bergerak sejauh 24 kilo laut dari saat jatuh pertama kali.
“Untuk itu, unsur laut terus bergerak. Setiap hari kami berikan pattern pencarian hingga ratusan kilometer. Kendala banyak, padahal peralatan canggih. Bukan tidak mampu, tapi tingkat kesulitan besar sekali,” tuntasnya.
Sekedar informasi, sejak dinyatakan hilang kontak pesawat AirAsia QZ 8501 pada Minggu (28/12/2014) lalu, proses pencarian oleh Tim SAR gabungan sudah berlangsung selama lima hari. Korban meninggal yang ditemukan adalah sebanyak delapan orang di perairan Selat Karimata.
Kedelapan jenazah itu dievakuasi pada Rabu (31/12) dan Kamis (1/1) ke bandara udara Juanda, Surabaya. Sebelum dievakuasi, seluruh jenazah dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, untuk diidentifikasi awal dan dipetikemaskan. Setelah itu jenazah diterbangkan melalui Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Artikel ini ditulis oleh:

















