Jakarta, Aktual.co — Tim SAR gabungan dari TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Basarnas dan relawan sudah menemukan enam korban yang tertimbun longsor di Kampung Cimerak, Sukabumi.
“Sudah enam korban kami temukan, jadi tinggal empat korban lagi yang belum ditemukan,” kata Dandim 0607 Sukabumi Letkol (Arm) Syaripudin di Sukabumi, Minggu (29/3).
Adapun nama-nama korban tanah longsor di Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang sudah ditemukan yakni, Aisyah 50 tahun, Sopardi 56 tahun, Dede 40 tahun, Elsa 15 tahun, Egi 6 tahun dan Maya 13 tahun.
Seluruh korban ditemukan tidak jauh dari tempat tinggal mereka dan dalam keadaan meninggal dunia.
Sementara, Kapolres Sukabumi Kota, AKBD Diki Budiman mengaku, pihaknya masih menyelidiki jumlah korban yang tertimbun longsor karena ada informasi ada dua warga yang melintas di lokasi saat bencana terjadi.
Maka dari itu, pihaknya tetap melakukan pencarian, jika benar maka jumlah korban bisa saja bertambah menjadi 12 orang.
Selain itu, ada dua korban yang berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman, untuk pencarian masih terus dilakukan diduga jasad korban berada di satu lokasi, karena rumah korban satu dengan yang lainnya berdekatan.
Namun demikian, pencarian tetap melihat kondisi cuaca karena khawatir terjadi longsor susulan apalagi hujan sudah mulai turun.
“Jika kondisi cuaca mendukung maka pencarian akan terus dilakukan pada hari ini hingga seluruh korban ditemukan dan kami targetkan operasi SAR ini bisa selesai pada hari ini.”
Sementara, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo mengatakan informasi yang masuk kepada pihaknya ada 10 korban yang tertimbun longsor namun masih melakukan pendataan khawatir ada korban lainnya.
Karena saat kejadian bencana, longsoran tanah rata-rata menimbun satu kepala keluarga. “Dari data sementara ada 11 rumah yang rata dengan tanah akibat tertimbun longsor itu, dan puluhan lainnya terancam. Maka dari itu, warga yang rumahnya terancam longsor warganya kami ungsikan ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu















