Aksi Tolak Stigma Negatif Korban Tragedi 1965
Aksi Tolak Stigma Negatif Korban Tragedi 1965

Semarang, Aktual.com — Sejumlah aktivis Aliansi Masyarakat Semarang Sayang Pancasila mendesak aparat TNI/Polri untuk menghentikan stigma negatif terhadap korban tragedi 1965. Tuntutan itu disampaikan mereka dengan menggelar aksi turun jalan di depan kantor Kepolisian Daerah Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (17/5).

Perwakilan Aliansi Masyarakat Semarang Sayang Pancasila, Abdul Ghofar menilai stigma yang terus menerus sampai sekarang memicu kontradiktif dengan korban tragedi 1965. Padahal peserta simposium nasional yang hendak memulai proses rekonsiliasi bagi para penyinta serta keluarga korban dan pelaku peristiwa tersebut.

“Akhiri negatif PKI sekarang juga karena dapat menimbulkan ketakutan. Lebih baik, pemerintah lekas mempercepat proses rekonsiliasi sesuai hasil simposium di Jakarta,” kata Abdul Ghofar.

Atas situasi yang berkembang di masyarakat saat ini, dirinya menuntut pemerintah mencabut TAP XXV/MPRS/1966, serta meminta kepada militer untuk kembali ke barak agar tidak lagi mencampuri urusan warga sipil.

Lebih jauh, ia juga menyayangkan tindakan intimidatif yang dilakukan polisi saat membubarkan paksa pemutaran film ‘Tanah Air Beta’ di markas AJI Yogyakarta belum lama ini.

Menurutnya tudingan polisi bahwa AJI menyebarkan ajaran komunis tidak berdasar karena saat ini hanya sebatas dilakukan pemutaran film yang menggambarkan kehidupan warga Pulau Buru.

“Padahal itu bukan ajaran komunis,” katanya. Pun demikian dengan aksi-aksi razia tentara yang menyita buku berbau Marxisme yang jelas-jelas telah melanggar azas kebebasan akademik.

Ia menilai apa yang telah dilakukan aparat selama ini merupakan upaya mengaburkan proses rekonsiliasi nasional yang saat ini sedang berjalan.

“Lebih baik, tuntaskan semua kasus pelanggaran HAM yang ada di negara ini, tidak hanya kasus 65 tapi juga rentetan kasus lainnya seperti tragedi 98,” imbuhnya.

Dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolda siang ini, para aktivis membawa beberapa spanduk yang memuat berbagai tulisan yang mengutuk aksi intimidasi aparat polisi dan TNI dalam menyikapi bahaya laten komunis.

Aksi diam untuk memprotes tindakan aparat yang dimulai pukul 11.00 WIB itu sempat menyita perhatian pemotor yang melintas di Jalan Pahlawan Semarang.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan