Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam menilai wajar jika Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Anies Baswedan diberi rapor merah.
Politisi Golkar ini juga menambahkan bahwa Anies Baswedan tidak bekerja dan menginisiasi kebijakan-kebijakan baru.
“Diawal-awal, Anies selalu melakukan kebijkan yang off side tanpa koordinasi dulu ke DPR,” ungkapnya kepada Aktual.co, Kamis (5/2).
Selain itu, Anies juga menyebabkan ada dua kurikulum yang menjadikan kebingungan dunia pendidikan Indonesia.
“Ini jadi catatan penting Anies telah membuat dua kurikulum yang berbeda dalam satu negara. Mungkin faktor inilah yang menjadikan kewajaran Anies diberi rapor merah,” papar mantan Ketua DPD Golkar Jatim ini.
Masalah, sambung dia, dua kurikulum ini juga menjadi sorotan dunia internasional dimana kebijakan ini dinilai sangat tidak mendidik.
“Pak Anies sering membuat ketidakpastian dalam dunia pendidikan,” tutupnya.
Seperti diwartakan, Dalam 100 hari kerja, Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, di bawah pimpinan Anies Baswedan telah bekerja dan menginisiasi kebijakan-kebijakan baru.
Namun, disayangkan karena berbagai upaya tersebut belum mengarah pada agenda Nawacita yang secara eksplisit menyatakan “menyelenggarakan pendidikan 12 tahun yang berkualitas dan tanpa biaya di seluruh Indonesia dan menerapkan nilai-nilai kesetaraan gender dan perhargaan terhadap keberagaman dalam pendidikan.”
“Dalam 100 hari kerja, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, Anies Baswedan belum menunjukkan kinerja yang baik dalam pendidikan karena belum mengarahkan kebijakan pada agenda Nawacita sehingga mendapatkan rapor merah,” ujar Direktur Institut Kapal Perempuan Misiyah dalam acara diskusi yang bertemakan “Rapor 100 Hari Kerja Pemerintahan Jokowi-JK dalam Bidang Perempuan Indonesia” di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/2).

Artikel ini ditulis oleh: