Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, akan membangun satu unit pusat referensi budaya lokal untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan kekayaan nilai kearifan lokal yang dimilikinya.
“Tahun ini kami ajukan anggaran pembebasan lahan senilai Rp1 miliar, kami harapkan rencana tersebut disambut baik dan bisa segera direalisasikan,” kata Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat Rino Rizandi di Muntok, Rabu (18/2).
Ia mengatakan pusat referensi budaya lokal tersebut akan berada di pusat Kota Muntok agar lebih mudah diakses masyarakat atau wisatawan yang berkunjung ke daerah itu.
Menurut dia, dalam lokasi tersebut nantinya akan berisi buku-buku seni, budaya, adat, cerita rakyat, sejarah dan lainnya yang berasal dari Bangka Barat dan Babel.
“Selain itu, kami juga merencanakan dalam gedung itu nantinya dilengkapi fasilitas pendukung untuk memudahkan pemahaman pengunjung terkait buku yang mereka baca,” kata dia.
Dia menerangkan, fasilitas pendukung tersebut antara lain peralatan seni, peraga dan diorama yang bisa membangkitkan suasana dan semangat para pengunjung yang datang untuk mempelajari budaya lokal.
Selain itu, kata dia, lokasi tersebut juga akan didesain sedemikian rupa agar pengunjung lebih nyaman dalam membaca buku-buku yang ada.
“Kami juga akan sajikan berbagai bentuk permainan tradisional yang bisa dimainkan para pengunjung, khususnya bagi anak-anak, sehingga lokasi tersebut menyenangkan,” kata dia.
Selain sebagai pusat referensi budaya lokal, kata dia, lokasi tersebut juga diharapkan bisa menjadi pendukung pariwisata daerah yang selama ini terkenal sebagai daerah wisata sejarah dan budaya.
“Kami harapkan lokasi tersebut nantinya juga bisa menjadi salah satu destinasi wisata bagi para pengunjung baik dari daerah maupun luar daerah yang ingin belajar dan memahami sejarah dan budaya lokal,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:













