Untuk pengakses Youtube di Indonesia, kata dia, ada sekitar 43 persen, Facebook sekitar 41 persen, Whatsapp 40 persen, Instagram 38 persen, Line 33 persen, BBM 28 persen, Twitter 27 persen, google+ 25 persen, FB Messenger 24 persen, Linkedin 16 persen, Skype 15 persen, dan Wechat 14 persen.
“Fakta dan data kebiasaan orang Indonesia, 4 dari 10 aktif di media sosial, 60 persen tak punya rekening tabungan tapi 85 persen punya ponsel. Orang Indonesia bisa hidup tanpa ponsel paling lama 7 menit. Orang Indonesia mengakses internet rata-rata 8-11 jam sehari. Kemudian minat baca berada di peringkat ke-60 dari 61 negara. Aktivitas baca buku rata-rata 27 halaman per tahun, dan baca koran rata-rata 12-15 menit per hari,” kata Selamatta.
Hal lain yang menjadi sorotan Selamatta yakni saat berbicara di Forum Promoter 2018 adalah tujuh hal yang paling disedihkan oleh generasi milenial. Ketujuh hal itu seperti anggota keluarga sakit atau meninggal dunia, perangkat elektronik (smartphone, tablet, komputer) hilang atau dicuri, foto digital yang tak di-back-up hilang, putus cinta, akun media sosial di-hack, kehilangan kontak di smartphone, dan bertengkar dengan teman, pasangan, atau anggota keluarga.
Lalu, bagaimana dengan interaksi di media sosial? Selamatta menegaskan, “Isi Media Sosial menurut data Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan: 90,30 persen berita bohong, 21,60 persen informasi bersifat menghasut, dan 59 persen informasi tidak akurat. Kemudian, konten negatif ini berdampak pada persepsi masyarakat. Penelitian yang dilakukan LIPI menunjukan 86 persen mahasiswa dari lima perguruan tinggi ternama di Pulau Jawa menolak ideologi Pancasila,” kata dia.
Lebih lanjut Selamatta juga mengatakan pengguna internet menjadi sasaran radikalisme. Lebih dari 70 persen pengguna internet di Indonesia berusia 15–34 tahun. Disamping itu, medsos juga jadi sarana konflik. Konflik sepertinya semakin mengalamai eskalasi di tahun 2016. Berdasarkan sumber dari Institute for Economics and Peace, 2017 secara umum, Indonesia ada di antara negara-negara dengan skor kedamaian tinggi.
Namun Indonesia adalah satu-satunya negara dalam kelompok ini yang skor kedamaiannya menurun drastis. Berkaitan dengan persoalan hoax, menurut Selamatta perkara hoax pada lini massa Twitter untuk di Indonesia memiliki tingkat tertinggi dalam penyebaran isu berita hoax, yakni 104.375 cuitan.
Artikel ini ditulis oleh:
Antara
















