Sementara untuk di negara lain seperti AS sebanyak 68.494 cuitan padahal AS sebagai negara pengguna twitter terbanyak di dunia, tapi penyebaran berita hoax tidak sebanyak di Indonesia.

Kasubnit V Subdit III Direktorat Siber Polri,AKP (Pol) Bayu Hernanto, mengungkapkan belakangan ini marak hoax di sektor pangan, mulai dari beras palsu hingga telor palsu.

“Beredar viralnya isu hoax terkait telur palsu, ternyata membawa dampak besar. Omzet telur di pasaran, baik dari sisi peternak maupun pedagang menurun hingga 40 persen,” kata Bayu.

Bayu menyebutkan ada Undang-Undang yang bisa menjerat soal Hoax, yakni Perundang-undangan No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Karenanya, sebagai antisipasi dan kehati-hatian menghadapi hoax di sosial media, ada beberapa ciri hoax yang hendaknya dikenali:

Artikel ini ditulis oleh:

Antara