Jakarta, Aktual.co — Faisal Basri merupakan bagian dari kelompok pengejar rente dan kaum neolib penghamba Washington Consensus. Demikian disampaikan Mantan Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy, di Jakarta, Rabu (27/5).
“Faisal Basri itu mendukung ekspor bahan mineral mentah,” ucapnya.
Tjatur menjelaskan, kalaupun Hatta saat menjadi Menko Perekonomian melarang ekspor bahan mentah, semata-mata karena amanat UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Karena itu, tidak ada kebijakan ecek-ecek yang terkait dengan satu atau dua perusahaan.
“Ini urusan besar urusan rakyat dan masa depan bangsa, kalau yang dipikirkan Bang Faisal itu receh dan ecek-ecek saja. Saya heran kok Bang FB sekarang seperti itu,” katanya, Rabu (27/05).
Tjatur menjelaskan, bagi para pengejar rente dan kaum neolib penghamba Washington Consensus, apa yang dilakukan Hatta bukan kebijakan populer. “Justru dengan kebijakan ini, bangsa Indonesia akan berhenti menjadi kuli di negeri sendiri,” tegasnya.
Tjatur justru menyebut apa yang dilakukan Hatta merupakan kewajiban sebagai Menko Perekonomian untuk memastikan UU berlaku. Bila ini tidak berjalan, justru pemerintah melanggar UU.
“Saya jadi tidak paham, kok Faisal yang dulu begitu intelektual bisa menjadi seperti ini?,” demikian Tjatur.
Artikel ini ditulis oleh:

















