Kendari, Aktual.com – Kementerian Pertanian mendorong jajaran TNI Angkatan Udara di Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mengembangkan komoditas jagung kuning dan kedelai pada lahan kosong di kawasan bandara itu.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan RI, Bambang saat melakukan pertemuan dengan Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Haluoleo, Kolonel Pnb Antonius Adi Nur W di Kendari, Kamis (13/10), mengatakan kedatangan di Lanud dalam rangka tugas membantu pemerintah Sultra mengembangkan jagung dan tanaman tumpang sari lainnya seperti kedelai.

“Nah kebetulan di kawasan Bandara Haluoleo miliki TNI AU ini memiliki lahan kosong yang hanya ditumbuhi ilalang dan tidak dimanfaatkan, maka tidak salah bila mengajak jajaran TNI untuk bersama-sama memanfaatkan lahan yang cukup luas itu untuk tanaman jangka pendek tersebut,” ujarnya.

Mantan Dirjen Perkebunan Kementan RI itu mengungkapkan, program penanaman jagung kuning itu sebagai upaya menopang kebutuhan pakan ternak di tanah air yang biasanya mengalami kekurangan stok di saat-saat tertentu.

“Tanaman jagung ini hanya butuh waktu tiga bulan setelah tanam sudah panen. Dan harga pasarannya pun kini sangat baik yakni Rp3.800 hingga Rp4.200 tergantung dari kadar airnya,” ujarnya seraya menambahkan, bila satu orang prajurit mampu menanam 2 hektare jagung dengan produksi 4-5 ton per hektare maka hasilnya dicapai Rp30 juta-Rp35 juta.

Untuk itu, ujar Bambang, kolaborasi antara TNI AU sebagai pemilik lahan di kawasan bandara dengan melibatkan masyarakat setempat serta instansi teknis di Kabupaten Konawe Selatan maupun Pemprov Sultra untuk bersinergi dalam pencapaian hasil yang maksimal.

Meski begitu, Mantan Kadis Perkebunan dan Hortikultura Sultra itu mengaku bahwa untuk benih jagung tidak dibantu oleh APBN namun dapat dibeli secara mandiri melalui dana swadaya masyarakat atau dana KUR melalui beberapa bank yang ditunjuk, sedangkan untuk pengembangan kedelai masih dijamin oleh pemerintah.

Komandan Pangkalan Udara Haluoleo, Kolonel Pnb. Antonius Adi Nur W mengatakan sangat merespon keinginan Kementan RI dalam program pengembangan jagung di kawasan lahan milik TNI AU.

“Soal lahan untuk tanaman jagung diperkirakan ada sekitar 1000-an hektare lebih, dan yang menjadi kendala saat ini adalah sarana peralatan pertanian yang sama sekali tidak dimiliki,” ujar Antonius didampingi Letkol Adm. Deddy Eko Wasudy dan beberapa perwira lainnya.

Pada prinsipnya kata Danlanud, program bercocok tanam khususnya jagung dan tanaman pertanian lainnya juga bisa menambah penghasil bagi anggotanya di luar tugas sebagai aparat militer di kawasan Bandara Haluoleo. (Antara)

(Warto'i)