net

Semarang, Aktual.com – Penerangan Markas Besar TNI-AD telah membentuk regu untuk memonitor penyebaran berita hoax kepada publik. Langkah itu dilakukan untuk menyikapi penyebaran berita hoax yang makin marak.

“Regu khusus yang dimaksud juga ditugasi memantau isu-isu yang tidak benar, terutama berkaitan dengan anggota TNI AD Kodam IV Diponegoro,” kata Kapendam IV Diponegoro, Kolonel Inf Dwi Endrosasongko, seusai merayakan HUT ke-66 Penerangan TNI AD di Makodam IV Diponegoro Pudakpayung Semarang, Jumat (13/1).

Pihaknya bakal menindak tegas kepada anggotanya yang kedapatkan menyebarkan berita-berita hoax kepada publik.

“Mereka kami tugaskan memonitor berita-berita hoax itu terutama yang tersebar di jejaring media sosial. Kalau ada anggota yang jadi penyebar kita juga akan tindak tegas.”

Menurutnya, penyebaran berita hoax selalu berpotensi mengadu domba TNI dengan aparat lainnya baik dari unsur Polri maupun BNN.

“Ada berita di medsos yang mengatakan kalau TNI akan tembak langsung jika ada anggota Polri atau BNN yang melakukan tes kepada anggotanya. Terus ada juga yang menulis pernyataan Panglima yang menyudutkan Kapolri. Berita-berita seperti itu kan tidak benar.”

Dia meminta kepada warga Jateng agar lebih cerdas dalam menyaring berita-berita yang diunggah medsos. Masyarakat juga jangan mudah percaya, apalagi kalau beritanya diunggah akun yang tak dikenal.

Asisten Intel Kasdam IV Diponegoro, Kolonel Inf Jimmy Ramos Manalu melalui Pabandya Gal, Mayor Inf Arif Budiono, berharap media massa tak sekedar memberikan informasi namun ikut mendorong wawasan kebangsaan yang bisa menambah persatuan dan kesatuan.

Laporan: Muhammad Dasuki

()

(Wisnu)