Lumajang, Aktual.co —Salah satu upaya pihak luar atau orang-orang pihak ketiga yang tidak senang dengan keutuhan NKRI adalah dengan menghancurkan TNI dan Polri.

Pertikaian antara TNI dan Polri akibat provokasi pihak luar akan menjadikan negeri ini terpecah belah sehingga mudah untuk dikuasai.

Hal ini disampaikan Komandan Brigif 16 Wirayudha Kolonel Inf Nefra Firdaus saat acara olah raga bersama antara Polres Lumajang, Kodim 0821 dan Batalyon 527 Lumajang,

“Jika tidak ingin terpecah belah maka TNI dan Polri harus bersatu melawan pihak ketiga yang ingin menghancurkan negeri ini. Namanya ‘Proxy War’ atau menggunakan tangan orang lain untuk menghancurkan satu wilayah atau kekuatan tertentu,” katanya saat dikonfirmasi, siang tadi (24/11).

Ada beberapa hal yang dilakukan pihak ketiga untuk menghancurkan negeri ini diantaranya dengan menghancurkan TNI dan Polri, mahasiswanya disuruh demo secara anarkis, termasuk masuknya narkoba keseluruh lapisan masyarakat.

“Itu adalah upaya-upaya yang tidak kita sadari menghancurkan generasi penerus bangsa dan tokoh-tokoh bangsa kita,” tegas Nefra Firdaus.

Untuk menciptakan persatuan dan kesatuan khususnya TNI dan Polri, menurutnya, ada tiga hal yang harus dihindarkan yaitu hindarkan 3M, yang artinya Melotot, Marah dan Memukul. “Hindarkan kebiasaan melotot ketika bertemu dengan orang yang tidak dikenal. Biasanya kalau sudah melotot maka akan timbul marah dan akhirnya akan memukul, ini yang harus kita hindari,” katanya.

Sebaliknya kita harus laksanakan 3S ketika bertemu siapapun baik itu TNI, Polri maupun masyarakat biasa.

“3S itu adalah Senyum, Sapa dan Salam. Bertemu dengan siapapun kita harus tersenyum, setelah saling senyum kita sapa dan selanjutnya saling bersalaman. Bersalaman itu merupakan silaturahmi yang kuat untuk menjaga kekeluargaan dan kekompakkan,” ungkap Nefra Firdaus.

()